- Sapi Brangus bernama Ambo seberat 1,15 ton milik peternak Falahudin terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo.
- Presiden membeli sapi tersebut seharga Rp110 juta untuk disalurkan kepada masyarakat wilayah Kabupaten Tangerang pada Idul Adha.
- Sapi mendapatkan perawatan intensif dan pengecekan kesehatan medis rutin selama tiga tahun untuk memastikan kualitasnya tetap prima.
Suara.com - Seekor sapi seberat 1,15 ton bernama Ambo mendadak jadi primadona. Sapi jenis Brangus milik Falahudin, peternak asal Balaraja, Kabupaten Tangerang, resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto, untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ambo bukan sapi biasa. Ia merupakan hasil persilangan antara sapi betina Brahman dan pejantan Aberdeen Angus, yang menghasilkan postur tubuh besar, kokoh, dan berotot.
Sapi kurban bantuan presiden ini nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.
Sang pemilik, Falahudin, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi peternak lokal seperti dirinya, dipilihnya hewan ternak oleh orang nomor satu di Indonesia adalah sebuah pencapaian tertinggi.
"Alhamdulillah, saya merasa bangga dengan terpilihnya sapi jenis Brangus, ini punya saya, terpilih oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bangga sekali saya. Merasa bahagia yang luar biasa dalam hidup saya," kata Falahudin di Tangerang, Jumat.
Perawatan "VVIP" Sejak Dini
Menjadi pilihan presiden tentu menuntut standar kualitas yang tinggi.
Falahudin mengungkapkan bahwa Ambo telah mendapatkan perawatan intensif dan pengecekan kesehatan yang ketat guna memastikan kondisinya benar-benar layak kurban.
Tak hanya soal pakan, aspek medis pun menjadi prioritas utama. Secara berkala, tim ahli melakukan pengecekan laboratorium terhadap Ambo.
Baca Juga: Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
"Darah sudah dicek, kotoran sudah dicek. Setiap tiga bulan sekali di sini pun rutin dikasih obat cacing. Jadi kondisi dalam kondisi prima, sehat," tegasnya.
Falahudin menceritakan bahwa ia telah merawat Ambo sejak sapi tersebut masih berusia 1,5 tahun. Kini, setelah hampir tiga tahun berada di bawah pengawasannya, pertumbuhan Ambo melesat jauh melampaui sapi-sapi pada umumnya.
"Selama mengurusnya, pertumbuhan Ambo sangat pesat," tuturnya singkat.
Dibanderol Rp110 Juta
Mengenai nilai jual, Falahudin menyebutkan bahwa Presiden Prabowo memboyong sapi kesayangannya tersebut dengan harga yang sesuai dengan bobot dan kualitasnya di pasaran.
"Dibeli harga pasaran biasa, kisaran Rp110 juta," ungkap Falahudin.
Berita Terkait
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
-
LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga