- Film dokumenter Pesta Babi (2026) merupakan karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale.
- Film ini mengangkat perjuangan masyarakat adat Papua mempertahankan tanah leluhur.
- Akses penayangan film dibatasi melalui mekanisme nonton bareng resmi.
Link hanya berlaku untuk sesi tersebut dan biasanya dilengkapi pengawasan agar tidak disiarkan ulang. Acara nobar bersifat gratis, tidak ada tiket berbayar resmi.
Tips Sukses Menggelar Nobar
- Kumpulkan teman, keluarga, komunitas kampus, LSM, atau tetangga minimal 10 orang sejak awal.
- Pilih lokasi aman dan nyaman, seperti rumah, aula kecil, atau kafe yang mendukung diskusi.
- Siapkan sesi diskusi pasca-tayang untuk membahas isu Papua, lingkungan, dan hak adat—karena film ini sarat muatan edukatif.
- Patuhi semua syarat agar akses tidak ditolak di kemudian hari.
- Pantau update dari akun resmi karena jadwal nobar terus bertambah di berbagai kota.
Film ini bukan sekadar hiburan, melainkan dokumen penting yang membuka mata tentang dinamika pembangunan di Papua. Banyak penonton melaporkan merasa “terenyuh” dan “marah” sekaligus setelah menyaksikannya.
Kontroversi pembubaran di beberapa tempat justru menunjukkan betapa sensitifnya isu ini di tengah narasi resmi pemerintah.
Dengan mengikuti prosedur nobar resmi, kamu tidak hanya bisa menonton Pesta Babi, tetapi juga turut mendukung semangat dokumenter independen yang berani menyuarakan perspektif masyarakat pinggiran. Segera kumpulkan minimal 10 orang dan daftarkan acara Anda sekarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi