Lifestyle / Komunitas
Selasa, 19 Mei 2026 | 06:59 WIB
Ilustrasu puasa dzulhijjah (pixabay)
Baca 10 detik
  • Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H pada 18 Mei 2026 dan Iduladha pada 27 Mei 2026.
  • Umat dianjurkan menjalankan puasa Dzulhijjah karena keutamaannya di 10 hari pertama.
  • Muncul pertanyaan apakah puasa harus 9 hari berurutan atau boleh tidak penuh.

Suara.com - Hasil sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada 18 Mei 2026.

Dengan begitu, Hari Raya Iduladha dipastikan akan berlangsung pada 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Menjelang momen tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa Dzulhijjah.

Amalan sunah ini dikenal memiliki keutamaan besar, terutama jika dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.

Namun, di tengah pelaksanaannya, muncul pertanyaan apakah puasa Dzulhijjah harus dilakukan selama 9 hari secara berurutan.

Sebagian orang khawatir jika tidak berpuasa selama 9 hari berturut-turut maka ibadahnya menjadi tidak sah atau kurang sempurna.

Oleh karena itu, penting untuk memahami ketentuan puasa ini berdasarkan ajaran Islam agar tidak keliru.

Lalu, apakah puasa Dzulhijjah harus dilakukan selama 9 hari berurutan atau boleh tidak penuh?

Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari Berurutan?

Ilustrasi puasa Dzulhijjah (freepik)

Puasa Dzulhijjah menjadi salah satu amalan sunah yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Hari Raya Iduladha.

Baca Juga: Kompak! Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Rayakan Iduladha Serentak 27 Mei 2026

Ibadah ini biasanya dilakukan pada awal bulan Dzulhijjah, terutama pada sembilan hari pertama sebelum Iduladha.

Dalam Islam, puasa Dzulhijjah tidak diwajibkan dilakukan selama sembilan hari penuh secara berurutan.

Umat Islam tetap diperbolehkan menjalankan puasa hanya pada hari-hari tertentu sesuai kemampuan masing-masing.

Melansir NU Online, anjuran memperbanyak amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW riwayat Sahih Bukhari.

Nabi SAW bersabda bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

"Rasulullah SAW berkata, 'Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini'." (HR At-Tirmidzi).

Load More