Lifestyle / Komunitas
Selasa, 19 Mei 2026 | 17:40 WIB
Ilustrasi teks pidato Menteri Komigi untuk upacara Harkitnas 2025 - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (20/5).
Baca 10 detik
  • Kementerian Komunikasi dan Digital merilis teks sambutan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang diperingati setiap tanggal 20 Mei.
  • Menteri Meutya Viada Hafid menekankan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa dan melindungi generasi muda di ruang transformasi digital.
  • Pemerintah menargetkan kemandirian nasional melalui program strategis di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi desa, serta perlindungan anak digital.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia resmi merilis teks pidato Menteri Komunikasi dan Digital untuk peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026.

Teks sambutan tersebut digunakan sebagai pedoman pembina upacara pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.

Dalam pidatonya, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan bangsa di era transformasi digital.

Selain membahas sejarah kebangkitan nasional, sambutan Harkitnas 2026 juga menekankan perlindungan generasi muda di ruang digital serta pentingnya persatuan bangsa menghadapi tantangan zaman.

Isi Pidato Menteri Komunikasi dan Digital Harkitnas 2026

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat Pagi, Salam sejahtera bagi kita semua,
Syalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air,

Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.

Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah "fajar menyingsing" bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan.

Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.

Baca Juga: Teks Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Link Download Lampiran Resminya

Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Saudara-saudari yang saya muliakan,
Tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah " Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara".

Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan kita tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa. Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.

Load More