- Desa Wisata Krebet tawarkan rute touring asri dan wisata edukasi kerajinan membatik kayu.
- Program Desa Sejahtera Astra berhasil tingkatkan pendapatan 154 pelaku UMKM hingga 50 persen.
- Astra Motor Yogyakarta membagikan voucher servis gratis untuk dukung kelancaran mobilitas warga setempat.
Suara.com - Bosan dengan rute sunmori (Sunday Morning Ride) atau touring akhir pekan yang itu-itu saja di sekitaran Yogyakarta? Jika Anda mencari perpaduan antara asyiknya jalur berkendara, sejuknya udara pedesaan, dan kekayaan budaya lokal, Desa Wisata Krebet yang terletak di Sendangsari, Pajangan, Bantul adalah destinasi yang wajib masuk dalam radar perjalanan Anda.
Baru-baru ini, pesona "surga tersembunyi" ini dibuktikan langsung dalam kegiatan Media Tour yang digelar oleh Astra Motor Yogyakarta pada Jumat (22/5). Menunggangi skutik premium Honda PCX 160, perjalanan membelah jalanan Bantul hingga memasuki kawasan pedesaan yang asri terasa sangat berkesan.
Lebih dari Sekadar Rute Riding yang Nyaman
Jalur menuju Desa Krebet menawarkan kontur jalan yang cukup bervariasi. Rute ini sangat pas untuk menguji performa mesin dan kenyamanan suspensi motor Anda saat diajak bermanuver santai menikmati angin Jogja.
Namun, daya tarik utamanya bukan sekadar pada perjalanannya. Sebagai salah satu lokasi binaan Program Desa Sejahtera Astra (DSA), Desa Wisata Krebet menawarkan segudang aktivitas yang ramah wisatawan dan bikers saat Anda memarkirkan kendaraan:
- Workshop Membatik Kayu: Pengunjung bisa langsung turun dari motor dan mencoba pengalaman unik membatik di atas media kayu berbentuk topeng.
- Eksplorasi Seni & Budaya: Anda bisa mampir ke sanggar seni setempat untuk menjajal alat musik gamelan, atau melihat langsung proses kreasi kerajinan estetik di Sanggar PENI.
- Pusat Oleh-Oleh Eksklusif: Tersedia rumah mode eco-print dengan pewarna alami tumbuhan sekitar, serta homLiv, pusat suvenir resmi untuk membawa pulang dekorasi rumah khas Krebet ke bagasi motor Anda.
Dampak Nyata untuk Ekosistem Lokal
Pengembangan desa wisata ini terbukti memberikan dampak inklusif. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 154 pelaku UMKM, pengelola desa wisata, penyedia homestay, hingga kelompok bank sampah.
Intervensi yang konsisten bahkan berhasil mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha hingga 50 persen.
"Kami di Astra Motor Yogyakarta mendukung penuh peningkatkan awareness publik terhadap program Desa Sejahtera Astra Krebet agar potensinya terus naik kelas," ujar Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta Julius Armando.
Baca Juga: Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global
Lebih lanjut, ia menjelaskan komitmen perusahaan terhadap ekosistem berkelanjutan di desa tersebut.
"Melalui penguatan UMKM batik kayu, tata kelola desa, hingga fasilitas pendukung seperti homestay, kita tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Keterlibatan teman-teman media hari ini juga untuk membantu menyebarluaskan pesona lokal ini ke masyarakat luas," tambahnya.
Aksi Solidaritas Roda Dua di Tengah Desa
Satu hal menarik yang mewarnai perjalanan touring rombongan Astra Motor Yogyakarta ini adalah aksi membagikan voucher servis kepada warga sekitar.
Langkah ini menjadi bentuk solidaritas sesama pengguna jalan, sekaligus kepedulian pabrikan untuk memastikan sepeda motor milik warga—yang menjadi urat nadi mobilitas UMKM dan aktivitas harian mereka—tetap dalam kondisi prima.
Sebagai sebuah destinasi mandiri, Desa Wisata Krebet membuka lebar pintunya bagi siapa saja yang ingin mengeksplorasi kekayaan lokal, tak terkecuali para komunitas otomotif roda dua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik