- Daging kurban dapat disimpan tanpa kulkas dengan teknik pengeringan, perebusan, pengasinan, pengasapan, hingga perendaman minyak.
- Metode pengeringan dan pengasinan mampu memperpanjang masa simpan daging jika disimpan dalam wadah kedap udara.
- Penggunaan rempah serta teknik pengasapan efektif membunuh bakteri sekaligus menjaga kualitas daging.
Suara.com - Cara menyimpan daging kurban tanpa kulkas menjadi solusi paling dicari ketika kapasitas freezer di rumah sudah penuh saat hari raya Iduladha.
Daging kurban yang melimpah tentu sayang jika rusak begitu saja karena tidak kebagian tempat di mesin pendingin.
Jangan khawatir, Anda tetap bisa menjaga kualitas daging agar tidak cepat membusuk dan aman dikonsumsi dengan menggunakan beberapa metode yang praktis berikut ini.
1. Metode Pengeringan (Dibuat Dendeng)
Metode ini merupakan salah satu cara tradisional yang paling efektif. Potong daging secara tipis-tipis, lalu lumuri dengan bumbu seperti ketumbar, bawang putih, dan gula merah.
Setelah itu, jemur daging di bawah terik matahari sampai benar-benar kering. Menghilangkan kadar air pada daging akan menghentikan pertumbuhan bakteri pembusuk secara alami.
2. Merebus Daging
Anda juga bisa mengawetkannya dengan cara dimasak setengah matang terlebih dahulu.
Rebus daging dengan rempah-rempah kuat seperti lengkuas, serai, dan kunyit, atau masak menjadi teknik confit (dimasak perlahan dengan lemak).
Rempah-rempah ini memiliki sifat antibakteri yang mampu memperpanjang umur simpan daging hingga beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Promo Superindo Sambut Iduladha, Diskon Besar Perlengkapan Bakar-bakaran
3. Pengawetan dengan Garam
Potong daging menjadi bagian kecil-kecil atau irisan tipis. Taburi merata dengan garam kasar (bisa dicampur sedikit gula dan bawang putih bubuk untuk rasa).
Gosok hingga meresap, lalu biarkan 4–6 jam. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering.
Daging yang sudah kering ini bisa bertahan hingga 1–2 bulan jika disimpan di wadah kedap udara dan tempat kering.
4. Mengasapi (Smoking)
Mengasapi daging menjadi salah satu metode paling efektif. Potong daging, lumuri bumbu (garam, ketumbar, bawang putih), lalu asapi di atas tungku kayu api kecil selama 6–8 jam hingga kering dan berwarna kecokelatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Masakan Jadi Sedap, Ini 5 Tips Mengolah Daging Kambing agar Tidak Bau Prengus
-
Apa Efek Banyak Makan Daging Kurban? Ini Risiko yang Bisa Dihindari
-
Hitung-hitungan Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M dari APBN, Per Ekor Tembus Rp91 Juta?
-
Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam
-
Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban
-
Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI
-
Arti Mimpi Beli Makanan atau Jajan, Benarkah Jadi Pertanda Rezeki?
-
Kekayaan Irfan Hakim yang Punya Bisnis Kurban, Laris Diborong Seskab Teddy hingga Raffi Ahmad
-
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?
-
Moisturizer untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Cerahkan Wajah