Lifestyle / Komunitas
Kamis, 28 Mei 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi takbir muqayyad saat idul adha dan hari tasyrik
Baca 10 detik
  • Takbir muqayyad dibaca setelah salat selama Idul Adha dan tasyrik.
  • Bacaan takbir muqayyad berisi takbir, tahlil, serta pujian kepada Allah.
  • Hari tasyrik dianjurkan memperbanyak takbir, dzikir, dan rasa syukur.

Suara.com - Takbir muqayyad yang dikumandangkan saat Idul Adha hingga hari tasyrik menjadi salah satu syiar Islam yang paling khas dan menggema di berbagai masjid maupun musala.

Bacaan takbir ini biasanya dilantunkan setelah salat fardu sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT selama momen Hari Raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik. 

Dalam Islam, terdapat bacaan takbir muqayyad yang dianjurkan untuk diamalkan selama Idul Adha dan hari tasyrik. Takbir ini biasanya dibaca setelah salat fardu sebagai bentuk dzikir dan pengagungan kepada Allah SWT.

Lantas, seperti apa bacaan takbir muqayyad yang umum dikumandangkan saat Idul Adha hingga hari tasyrik?

Bacaan Takbir Muqayyad Idul Adha

Berikut bacaan takbir muqayyad lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Latin:

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd.

Baca Juga: Jadwal Hari Tasyrik: Larangan Puasa, Dalil dan Anjuran Amalan Usai Iduladha

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

Di Indonesia, bacaan takbir sering dikembangkan dengan tambahan tahmid dan tasbih sehingga terdengar lebih panjang saat dikumandangkan di masjid atau musala.

Waktu Mengumandangkan Takbir Muqayyad

Takbir muqayyad dibaca setelah salat wajib selama periode Idul Adha dan hari tasyrik.

Mayoritas ulama menjelaskan waktunya dimulai:

- Setelah salat Subuh 9 Zulhijah (Hari Arafah)

- Hingga setelah salat Asar 13 Zulhijah

Artinya, umat Islam masih dianjurkan bertakbir selama tiga hari tasyrik setelah Hari Raya Idul Adha.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu:

11 Zulhijah

12 Zulhijah

13 Zulhijah

Pada hari-hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil. Rasulullah SAW juga menyebut hari tasyrik sebagai hari makan, minum, dan mengingat Allah SWT.

Perbedaan Takbir Muqayyad dan Takbir Mutlak

Selain takbir muqayyad, ada pula takbir mutlak yang sering dikumandangkan menjelang Idul Adha.

Takbir Muqayyad

  • Dibaca setelah salat fardu
  • Waktunya tertentu
  • Dilaksanakan selama Idul Adha hingga hari tasyrik

Takbir Mutlak

  • Bisa dibaca kapan saja
  • Tidak terikat waktu
  • Dianjurkan sejak awal Zulhijah hingga akhir hari tasyrik

Karena itu, umat Islam biasanya memperbanyak takbir baik di masjid, rumah, kendaraan, maupun saat berkumpul bersama keluarga selama momen Idul Adha.

Keutamaan Membaca Takbir Saat Idul Adha

Mengumandangkan takbir termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada hari raya. Takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus menghidupkan syiar Islam.

Selain itu, bacaan takbir juga mengingatkan umat Muslim pada keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan.

Karena itu, momen Idul Adha dan hari tasyrik terasa begitu khas dengan gema takbir yang berkumandang di berbagai tempat.

Load More