- Masyarakat Jawa memandang malam 1 Suro sebagai waktu sakral pertemuan dunia manusia dan alam gaib.
- Terdapat berbagai larangan adat seperti tidak boleh menikah, pindah rumah, hingga memotong kuku dan rambut.
- Larangan tersebut bertujuan menjaga kekhusyukan malam tahun baru Jawa agar terhindar dari dampak buruk kesialan.
Suara.com - Malam 1 Suro atau malam pergantian tahun baru dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram, selalu diselimuti mitos yang dikaitkan dengan hal mistis.
Bagi masyarakat Jawa, malam ini dianggap sebagai waktu bertemunya alam gaib dan dunia manusia sehingga banyak pantangan dan mitos yang beredar turun-temurun.
Salah satu yang paling populer adalah larangan menggelar pernikahan atau hajatan besar.
Apakah ini benar-benar mitos belaka, atau ada dasar budaya di baliknya? Berikut ini mitos seputar malam Tahun Baru Jawa ini.
1. Pernikahan di Malam 1 Suro Mendatangkan Kesialan
Mitos ini menyebut pasangan yang menikah pada malam 1 Suro akan selalu dirundung masalah rumah tangga, seperti pertengkaran terus-menerus hingga perceraian.
Padahal, larangan ini lebih bersifat adat untuk menjaga kekhusyukan malam sakral, bukan ramalan pasti.
2. Dilarang Keluar Rumah Malam Hari
Masyarakat dilarang keluyuran pada malam hari jika tidak ada urusan mendesak atau ritual ibadah.
Baca Juga: 1 Muharram 1448 Hijriah Jatuh pada Tanggal Berapa? Cek Kalender Tahun Baru Islam 2026
Mitosnya, energi negatif dan makhluk halus sedang berada pada puncaknya, sehingga orang yang berada di luar rumah rentan terkena sial atau "ketempelan".
3. Pindah Rumah Bawa Sial
Membangun atau pindah rumah pada bulan Suro dianggap tabu. Menurut primbon, melakukan renovasi atau menempati hunian baru di waktu ini dipercaya dapat merusak keharmonisan keluarga dan membawa aura panas ke dalam rumah.
4. Tidak Boleh Memotong Rambut atau Kuku
Memotong bagian tubuh pada malam keramat ini dipercaya dapat membuang keberuntungan dan memperpendek umur.
Masyarakat lebih disarankan untuk menjaga keutuhan diri sebagai simbol rasa syukur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?
-
Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane
-
Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?
-
Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik