Lifestyle / Komunitas
Selasa, 02 Juni 2026 | 08:09 WIB
1 muharram atau 1 suro.
Baca 10 detik
  • Memahami larangan saat 1 Muharram penting demi menjaga akidah umat Muslim.
  • Hindari keyakinan sebab-akibat berlebihan pada benda pusaka saat malam Suro.
  • Syariat Islam melarang konflik dan perbuatan dosa dalam larangan saat 1 Muharram.

Suara.com - Pergantian tahun baru Islam atau 1 Muharram tinggal menghitung jam.

Di Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, 1 Muharram juga dikenal sebagai malam 1 Suro yang kerap dianggap sakral.

Tak heran, banyak tradisi unik yang digelar, mulai dari tirakat hingga memandikan benda pusaka. 

Namun, di balik kemeriahan tradisi tersebut, ada hal-hal yang wajib dipahami umat Muslim agar tidak terjebak dalam praktik yang menyalahi akidah.

Lantas, apa saja larangan saat 1 Muharram atau 1 Suro? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur, Agus H Zahro Wardi dilansir dari laman NU Online, mengingatkan bahwa tradisi seperti memandikan pusaka di tempat keramat sah-sah saja dilakukan, tapi ada batasannya.

doa malam tahun baru islam, 1 muharram

Gus Zahro menegaskan, kesalahan fatal sering terjadi pada keyakinan sebab-akibat. 

Ia merinci tiga hal yang harus dihindari agar akidah tetap terjaga:

1. Jangan Yakini Kepastian Sebab-Akibat

Baca Juga: 5 Rekomendasi Moisturizer untuk Jerawat Mendem, Ampuh Redakan Peradangan

Jangan menganggap memandikan keris pasti membawa keberuntungan atau jika tidak dilakukan pasti membawa sial.

Anggaplah itu hanya kebiasaan yang digerakkan oleh Allah.

2. Keyakinan Bukan dari Selain Allah

Jangan sampai merasa hidup baik karena "jasa" benda pusaka. Segalanya adalah karunia Allah.

3. Hindari Keyakinan Talazum

Menyakini ritual sebagai penentu nasib bisa menjerumuskan pada kekufuran. 

Load More