Suara.com - Isu lingkungan dan konservasi selama ini kerap dipandang sebagai bidang yang idealis dengan ruang kerja yang terbatas. Banyak yang masih membayangkan profesi lingkungan identik dengan peneliti di hutan, aktivis, atau pekerjaan yang sulit berkembang secara ekonomi.
Namun, perubahan kebutuhan industri, berkembangnya teknologi digital, dan meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan mulai membuka peluang yang lebih luas.
Laporan International Labour Organization (ILO) memperkirakan transisi menuju ekonomi hijau berpotensi menciptakan sekitar 24 juta lapangan pekerjaan secara global pada 2030. Tren ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan diperkirakan akan semakin dibutuhkan di berbagai sektor.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih dirasakan oleh pelaku yang bekerja langsung di bidang tersebut.
Mutia Hanifah atau yang akrab disapa Mudi, edukator konservasi sekaligus kreator konten lingkungan, menilai profesi di sektor lingkungan di Indonesia masih menghadapi persoalan pengakuan dan apresiasi.
“Sebenarnya masih sulit kalau kerja di bidang lingkungan, khususnya di Indonesia, karena tidak terlalu dihargai sebenarnya,” ujarnya.
Peluang karier semakin beragam
Di tengah tantangan tersebut, Mudi melihat peluang bekerja di bidang konservasi kini jauh lebih luas dibanding beberapa tahun lalu.
Menurutnya, kontribusi terhadap pelestarian alam tidak lagi terbatas pada jalur akademik atau penelitian.
Baca Juga: The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
Salah satu profesi yang berkembang adalah konten kreator dan science communicator yang menggunakan media digital untuk menyampaikan isu lingkungan kepada publik.
“Konten kreator ini bisa membuka banyak jalan, entah menjadi pembicara atau diundang ke berbagai acara untuk ikut menyuarakan isu lingkungan,” kata Mudi.
Selain itu, peluang lain juga terbuka sebagai peneliti lapangan, pekerja organisasi lingkungan, pendiri komunitas, edukator konservasi, hingga naturalis atau pemandu wisata berbasis edukasi alam.
Menurut Mudi, keberagaman peran tersebut menunjukkan bahwa isu lingkungan kini semakin terhubung dengan dunia komunikasi, pendidikan, teknologi, dan industri kreatif.
Namun, ia mengingatkan bahwa meningkatnya minat terhadap isu keberlanjutan juga perlu dibarengi sikap kritis.
Mudi mendorong anak muda untuk selektif dalam membangun kolaborasi dengan lembaga maupun merek yang mengangkat isu lingkungan agar tidak terjebak pada praktik greenwashing—ketika narasi keberlanjutan digunakan sebagai strategi pemasaran tanpa komitmen nyata terhadap pelestarian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki