- Tren estetika global kini bergeser menuju pendekatan regeneratif yang fokus pada stimulasi kolagen alami untuk hasil natural.
- Pasien di Indonesia semakin mengutamakan prosedur kesehatan kulit jangka panjang dibandingkan sekadar koreksi wajah secara instan.
- Inovasi teknologi seperti Ellansé mendukung proses regenerasi jaringan untuk membantu masyarakat menjalani penuaan yang sehat dan percaya diri.
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan pasien modern yang menginginkan hasil natural tanpa terlihat berlebihan.
Komitmen terhadap pengembangan estetika regeneratif ini kembali ditegaskan melalui perayaan dua tahun kemitraan antara Sinclair Indonesia dan Landson Indonesia dalam acara bertajuk "The Legend of Immortal Beauty".
Menurut Fera Damayanti, President Director Landson Indonesia, masa depan dunia estetika tidak lagi hanya berfokus pada koreksi sementara.
"Kami percaya masa depan estetika adalah bagaimana mendukung kemampuan alami tubuh untuk beregenerasi. Inovasi seperti Ellansé menjadi bagian dari perubahan tersebut karena mampu mengombinasikan hasil langsung dengan stimulasi kolagen yang telah didukung bukti ilmiah," ujarnya.
Kecantikan yang Bertahan di Setiap Fase Kehidupan
Di tengah berkembangnya teknologi estetika, muncul pemahaman baru bahwa kecantikan bukan tentang mempertahankan usia muda selamanya. Sebaliknya, kecantikan kini dipandang sebagai kemampuan untuk tetap percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri di setiap fase kehidupan.
Karena itu, semakin banyak orang yang memilih pendekatan perawatan yang membantu mereka menua dengan sehat dan anggun, tanpa kehilangan karakter alami yang membuat mereka unik.
Dalam konteks inilah regenerative aesthetics hadir sebagai salah satu arah baru industri kecantikan: bukan sekadar mengubah penampilan, tetapi membantu menjaga kualitas kulit dan kepercayaan diri dalam jangka panjang.
Baca Juga: 4 Serum Mengandung Kolagen untuk Mengencangkan Wajah, Lengkap dengan Review Pengguna
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Jangkau Wilayah Pelosok NTT, BRI Salurkan 82 Persen Total KUR di Nusa Tenggara Timur
-
Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?
-
Bocoran Jadwal CPNS 2026, Menpan RB Ungkap Ketentuan Pembukaan Seleksi
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Bakal Heboh di Akhir Bulan Ini! Demon Slayer hingga Bloody Smart Siap Tayang di OTT CATCHPLAY+
-
Hadapi Kamboja Malam Ini, Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk John Herdman Putar Otak
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong