-
JYS 2026 di Osaka jadi ajang pemuda dunia bertukar ide dan berkolaborasi lewat proyek inovatif.
-
Cultural exchange memperkuat jejaring global sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya antar negara peserta.
-
Program ini mendorong lahirnya future leaders yang adaptif, kreatif, dan berdampak positif bagi masyarakat global.
Suara.com - Youth Break the Boundaries (YBB) kembali menggelar Japan Youth Summit (JYS) 2026 pada 11–14 Mei 2026 di Osaka, Jepang.
Program ini menjadi wadah pertemuan pemuda lintas negara untuk bertukar ide, membangun jejaring, sekaligus melahirkan solusi inovatif atas tantangan global.
Bertema “Innovation Beyond Borders: Building the Future through Collaboration”, JYS 2026 menghadirkan rangkaian agenda yang menekankan kepemimpinan, diskusi internasional, cultural exchange, hingga presentasi proyek.
Hari Pertama: Membangun Jejaring Global
Rangkaian dimulai dengan registrasi dan welcoming session. Delegasi dari berbagai negara langsung disambut dalam suasana hangat, sekaligus diberi ruang untuk beradaptasi dengan lingkungan internasional.
Networking antar peserta menjadi pondasi awal, memperkenalkan visi besar JYS sebagai ruang kolaborasi pemuda dunia.
Hari Kedua: Eksplorasi Budaya Osaka
Peserta diajak city tour ke ikon kota seperti Osaka Castle, Katsuoji Temple, dan The Museum Osaka University. Agenda ini bukan sekadar wisata, melainkan pengalaman budaya yang memperkuat interaksi antar delegasi.
Melalui kunjungan tersebut, peserta belajar langsung nilai sosial dan kedisiplinan masyarakat Jepang. Interaksi sepanjang perjalanan memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya bisa menjadi ruang belajar inklusif.
Baca Juga: Jangan Hanya Konsumen: Less Waste Juga Harus Dimulai dari Produsen
Hari Ketiga: Simposium Internasional dan Presentasi Proyek
Agenda utama berlangsung di hari ketiga dengan International Symposium dan Cultural Project Presentation.
Delegasi mempresentasikan ide dan solusi terkait isu-isu SDGs, menunjukkan kemampuan berpikir kritis, problem solving, serta kerja sama lintas negara.
Forum ini mempertemukan perspektif global dari beragam latar belakang. Malam harinya, cultural exchange menampilkan identitas budaya masing-masing negara, sekaligus awarding bagi peserta terbaik.
Hari Keempat: Penutupan dan Refleksi
Hari terakhir ditutup dengan farewell session. Suasana penuh apresiasi menjadi simbol berakhirnya program sekaligus awal kolaborasi jangka panjang antar pemuda dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
5 Lip Oil Terfavorit di Shopee, Pembeli Akui Bibir Lebih Sehat dan Plumpy
-
3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing
-
Peritel Fashion Mulai Kenakan Biaya Retur, Bisakah Benar-Benar Kurangi Limbah?
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Jangan Buru-buru Beli Baru
-
Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 Bareng Telkomsel dan MAXStream, dari Sumatra hingga Maluku
-
Urutan Skincare yang Benar Harus Double Cleansing? Ini Kata Dokter Kulit untuk Jaga Skin Barrier
-
Cara Langganan Folaplay untuk Nonton Piala Dunia 2026 di HP
-
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir dan Tahun, Cek Hitungan Neptu dan Arti Watak
-
5 Barang yang Dilarang Ada di Rumah Menurut Feng Shui, Diyakini Bisa Bawa Sial
-
AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan