- Purbaya siapkan efisiensi dan refocusing belanja besar-besaran pada 2027.
- Konsumsi pemerintah diproyeksi melambat menjadi 4,3%-7,7%.
- Target ekonomi 6,5% ditempuh lewat investasi dan reformasi perizinan.
Suara.com - Di tengah mencuatnya isu perombakan kabinet yang sempat menyeret namanya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan efisiensi dan refocusing belanja negara secara besar-besaran pada 2027 sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan Purbaya saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Dalam pemaparannya, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8%-6,5% pada 2027, dengan target jangka menengah menuju level 8% pada 2029.
Namun, target ambisius tersebut tidak akan ditempuh melalui ekspansi belanja negara yang agresif. Sebaliknya, pemerintah memilih jalur efisiensi anggaran dan penataan ulang prioritas belanja.
Data yang dipaparkan Purbaya menunjukkan konsumsi pemerintah pada 2027 diperkirakan hanya tumbuh 4,3%-7,7%, lebih rendah dibandingkan outlook 2026 yang mencapai 8,4%-10%. Angka tersebut mengindikasikan pemerintah mulai menahan laju pengeluaran negara demi menjaga kesehatan fiskal sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.
Dalam rancangan awal, belanja pemerintah pusat ditetapkan sebesar Rp1.059,3 triliun, sementara Transfer ke Daerah (TKD) dialokasikan Rp306,1 triliun.
Purbaya menegaskan efisiensi belanja bukan berarti pemerintah mengurangi dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, anggaran akan diarahkan lebih fokus pada program-program yang memiliki dampak besar terhadap produktivitas dan investasi.
"Ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8 sampai dengan 6,5% dengan trajektori menuju 8% pada tahun 2029," kata Purbaya dalam rapat tersebut.
Menurutnya, mesin utama pertumbuhan ekonomi ke depan bukan lagi berasal dari belanja pemerintah, melainkan investasi yang lebih kuat dan berkualitas. Karena itu, pemerintah akan mempercepat berbagai reformasi untuk menghilangkan hambatan investasi yang selama ini menjadi keluhan dunia usaha.
Salah satu strategi yang diandalkan adalah debottlenecking atau penghapusan berbagai kendala struktural yang menghambat realisasi investasi. Langkah tersebut mencakup penyederhanaan proses perizinan, penguatan kepastian hukum, hingga peningkatan koordinasi antar-kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Dollar Meroket, Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Sentuh di Rp16.000-17.500 di 2027
Pendekatan tersebut menandai perubahan arah kebijakan fiskal pemerintah. Jika selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan banyak ditopang oleh belanja negara, maka mulai 2027 pemerintah tampaknya akan lebih mengandalkan investasi swasta sebagai motor utama ekonomi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Ekonom Sayangkan Harga BBM Naik Terlalu Tinggi, Padahal Pemerintah Bisa Cegah Sejak Awal
-
BI Rate Naik, Bank Mandiri Segera Sesuaikan Bunga Kredit dan Tabungan
-
Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga
-
Indonesia Dua Tahun Bebas dari Daftar Kasus ILC, Menaker Soroti Kuatnya Dialog Sosial
-
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun Per Bulan, Terancam Gagal Bayar
-
Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank
-
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang
-
Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!