Bisnis / Makro
Rabu, 10 Juni 2026 | 15:24 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II 2026 di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (7/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Purbaya siapkan efisiensi dan refocusing belanja besar-besaran pada 2027.
  • Konsumsi pemerintah diproyeksi melambat menjadi 4,3%-7,7%.
  • Target ekonomi 6,5% ditempuh lewat investasi dan reformasi perizinan.

Suara.com - Di tengah mencuatnya isu perombakan kabinet yang sempat menyeret namanya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan efisiensi dan refocusing belanja negara secara besar-besaran pada 2027 sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Komitmen tersebut disampaikan Purbaya saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Dalam pemaparannya, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8%-6,5% pada 2027, dengan target jangka menengah menuju level 8% pada 2029.

Namun, target ambisius tersebut tidak akan ditempuh melalui ekspansi belanja negara yang agresif. Sebaliknya, pemerintah memilih jalur efisiensi anggaran dan penataan ulang prioritas belanja.

Data yang dipaparkan Purbaya menunjukkan konsumsi pemerintah pada 2027 diperkirakan hanya tumbuh 4,3%-7,7%, lebih rendah dibandingkan outlook 2026 yang mencapai 8,4%-10%. Angka tersebut mengindikasikan pemerintah mulai menahan laju pengeluaran negara demi menjaga kesehatan fiskal sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.

Dalam rancangan awal, belanja pemerintah pusat ditetapkan sebesar Rp1.059,3 triliun, sementara Transfer ke Daerah (TKD) dialokasikan Rp306,1 triliun.

Purbaya menegaskan efisiensi belanja bukan berarti pemerintah mengurangi dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, anggaran akan diarahkan lebih fokus pada program-program yang memiliki dampak besar terhadap produktivitas dan investasi.

"Ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8 sampai dengan 6,5% dengan trajektori menuju 8% pada tahun 2029," kata Purbaya dalam rapat tersebut.

Menurutnya, mesin utama pertumbuhan ekonomi ke depan bukan lagi berasal dari belanja pemerintah, melainkan investasi yang lebih kuat dan berkualitas. Karena itu, pemerintah akan mempercepat berbagai reformasi untuk menghilangkan hambatan investasi yang selama ini menjadi keluhan dunia usaha.

Salah satu strategi yang diandalkan adalah debottlenecking atau penghapusan berbagai kendala struktural yang menghambat realisasi investasi. Langkah tersebut mencakup penyederhanaan proses perizinan, penguatan kepastian hukum, hingga peningkatan koordinasi antar-kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Dollar Meroket, Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Sentuh di Rp16.000-17.500 di 2027

Pendekatan tersebut menandai perubahan arah kebijakan fiskal pemerintah. Jika selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan banyak ditopang oleh belanja negara, maka mulai 2027 pemerintah tampaknya akan lebih mengandalkan investasi swasta sebagai motor utama ekonomi.

Load More