- 1 Muharram dan 1 Suro merupakan awal tahun dalam kalender Hijriah dan kalender Jawa yang berbeda.
- Sultan Agung menyelaraskan kalender Jawa dengan sistem Hijriah pada abad ke-17 di Kesultanan Mataram.
- 1 Muharram diperingati secara religius, sedangkan 1 Suro dirayakan dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa.
Suara.com - Menjelang Tahun Baru Islam, banyak masyarakat yang bertanya-tanya: 1 Muharram dan 1 Suro apakah sama? Pertanyaan ini kerap muncul karena kedua peringatan tersebut sering jatuh pada waktu yang berdekatan, bahkan dalam banyak tahun bertepatan pada tanggal yang sama.
Meski sering dianggap sama, sebenarnya 1 Muharram dan 1 Suro berasal dari dua sistem penanggalan yang berbeda. Namun, keduanya memiliki hubungan sejarah yang sangat erat sehingga sulit dipisahkan, terutama dalam budaya masyarakat Jawa.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan dan persamaan 1 Muharram dengan 1 Suro? Berikut penjelasannya.
Apakah 1 Muharram dan 1 Suro Sama?
Secara umum, 1 Muharram dan 1 Suro merujuk pada hari pertama dalam tahun baru masing-masing kalender, yakni kalender Hijriah dan kalender Jawa.
1 Muharram adalah hari pertama bulan Muharram dalam kalender Islam atau Hijriah.
1 Suro adalah hari pertama bulan Suro dalam kalender Jawa.
Karena kalender Jawa modern menggunakan sistem perhitungan bulan yang mengadopsi kalender Hijriah, maka 1 Suro biasanya bertepatan dengan 1 Muharram. Hubungan ini bermula sejak masa pemerintahan Kesultanan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung pada abad ke-17.
Sejarah Mengapa 1 Suro Bertepatan dengan 1 Muharram
Sebelum abad ke-17, masyarakat Jawa menggunakan Kalender Saka yang berbasis peredaran matahari dan dipengaruhi tradisi Hindu-Buddha.
Baca Juga: Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
Pada tahun 1633 Masehi, Sultan Agung melakukan reformasi kalender dengan memadukan sistem penanggalan Jawa dan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan. Penomoran tahun Jawa tetap dipertahankan, tetapi sistem perhitungannya mengikuti kalender Islam.
Sejak saat itulah bulan pertama dalam kalender Jawa, yakni Suro, disejajarkan dengan bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Karena menggunakan siklus bulan yang sama, pergantian tahun Jawa dan tahun Islam umumnya berlangsung bersamaan.
Asal-usul Nama Suro
Nama "Suro" diyakini berasal dari kata Arab "Asyura", yang merujuk pada hari kesepuluh bulan Muharram.
Seiring perkembangan budaya Jawa, penyebutan Asyura mengalami penyesuaian pelafalan hingga menjadi "Suro". Nama tersebut kemudian digunakan sebagai nama bulan pertama dalam kalender Jawa Islam.
Perbedaan 1 Muharram dan 1 Suro
Berita Terkait
-
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
-
Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU
-
Jumat Kliwon Weton Tulang Wangi atau Bukan? Simak Penjelasan Om Hao Jelang Malam 1 Suro
-
Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
-
Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Moisturizer Dipakai sebelum Cushion? Ini Trik agar Makeup Menempel Sempurna dan Tidak Patchy
-
Beda Fixing Spray dan Setting Spray: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Fungsinya
-
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
-
Lirik Lagu Menteri Durmagati dan Maknanya, Karya Satir Politik dari Grup Musik Ponorogo
-
5 Lampu Emergency Tahan Lama untuk Antisipasi Listrik Padam, Ada yang Awet 20 Jam
-
Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU
-
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Maroko yang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
5 Warna Lipstik yang Tidak Direkomendasikan untuk Pemilik Kulit Sawo Matang
-
6 Kandungan Moisturizer yang Ampuh Mencerahkan Kulit, Cek sebelum Beli
-
Cari Sunscreen Mengandung Kolagen? Ini 4 Pilihan yang Harganya Mulai Rp30 Ribuan