- 1 Muharram dan 1 Suro merupakan awal tahun dalam kalender Hijriah dan kalender Jawa yang berbeda.
- Sultan Agung menyelaraskan kalender Jawa dengan sistem Hijriah pada abad ke-17 di Kesultanan Mataram.
- 1 Muharram diperingati secara religius, sedangkan 1 Suro dirayakan dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa.
Meskipun sering jatuh bersamaan, keduanya memiliki fokus yang berbeda.
1. Dari Segi Penanggalan
1 Muharram merupakan bagian dari kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.
Sementara itu, 1 Suro merupakan bagian dari kalender Jawa yang berkembang di Pulau Jawa dan masih digunakan dalam berbagai tradisi budaya.
2. Dari Segi Makna
Bagi umat Islam, 1 Muharram menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam dan mengingat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Adapun dalam budaya Jawa, 1 Suro dianggap sebagai waktu yang sakral untuk melakukan introspeksi, tirakat, doa, serta berbagai tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.
3. Dari Segi Perayaan
Peringatan 1 Muharram biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, doa bersama, santunan anak yatim, dan refleksi diri.
Sementara peringatan 1 Suro di beberapa daerah Jawa identik dengan tradisi budaya seperti kirab pusaka, tirakatan, jamasan pusaka, hingga ritual budaya keraton.
Mengapa Malam 1 Suro Sering Dianggap Mistis?
Dalam masyarakat Jawa, malam 1 Suro kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan pantangan. Namun para budayawan menjelaskan bahwa pada dasarnya malam tersebut merupakan momentum untuk melakukan perenungan diri, meningkatkan kewaspadaan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Baca Juga: Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
Tradisi tirakat yang dilakukan masyarakat Jawa pada malam 1 Suro kemudian berkembang menjadi berbagai ritual budaya yang masih bertahan hingga sekarang.
Jadi, 1 Muharram dan 1 Suro pada dasarnya merujuk pada awal tahun dalam dua kalender yang berbeda tetapi saling berkaitan. Hubungan keduanya bermula dari reformasi kalender yang dilakukan Sultan Agung pada abad ke-17 dengan menggabungkan sistem kalender Jawa dan Hijriah.
Karena itulah, 1 Suro umumnya bertepatan dengan 1 Muharram. Meski demikian, makna yang melekat pada keduanya berbeda. Jika 1 Muharram lebih bernuansa keagamaan sebagai Tahun Baru Islam, maka 1 Suro memiliki dimensi budaya yang kuat dalam tradisi masyarakat Jawa.
Berita Terkait
-
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
-
Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU
-
Jumat Kliwon Weton Tulang Wangi atau Bukan? Simak Penjelasan Om Hao Jelang Malam 1 Suro
-
Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
-
Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123