Lifestyle / Komunitas
Minggu, 14 Juni 2026 | 15:17 WIB
Ilustrasi Malam 1 Suro (Freepick)
Baca 10 detik
  • 1 Muharram dan 1 Suro merupakan awal tahun dalam kalender Hijriah dan kalender Jawa yang berbeda.
  • Sultan Agung menyelaraskan kalender Jawa dengan sistem Hijriah pada abad ke-17 di Kesultanan Mataram.
  • 1 Muharram diperingati secara religius, sedangkan 1 Suro dirayakan dengan berbagai tradisi budaya masyarakat Jawa.

Meskipun sering jatuh bersamaan, keduanya memiliki fokus yang berbeda.

1. Dari Segi Penanggalan
1 Muharram merupakan bagian dari kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.

Sementara itu, 1 Suro merupakan bagian dari kalender Jawa yang berkembang di Pulau Jawa dan masih digunakan dalam berbagai tradisi budaya.

2. Dari Segi Makna
Bagi umat Islam, 1 Muharram menjadi momentum menyambut Tahun Baru Islam dan mengingat peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Adapun dalam budaya Jawa, 1 Suro dianggap sebagai waktu yang sakral untuk melakukan introspeksi, tirakat, doa, serta berbagai tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.

3. Dari Segi Perayaan
Peringatan 1 Muharram biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, doa bersama, santunan anak yatim, dan refleksi diri.

Sementara peringatan 1 Suro di beberapa daerah Jawa identik dengan tradisi budaya seperti kirab pusaka, tirakatan, jamasan pusaka, hingga ritual budaya keraton.

Mengapa Malam 1 Suro Sering Dianggap Mistis?

Dalam masyarakat Jawa, malam 1 Suro kerap dikaitkan dengan berbagai mitos dan pantangan. Namun para budayawan menjelaskan bahwa pada dasarnya malam tersebut merupakan momentum untuk melakukan perenungan diri, meningkatkan kewaspadaan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga: Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya

Tradisi tirakat yang dilakukan masyarakat Jawa pada malam 1 Suro kemudian berkembang menjadi berbagai ritual budaya yang masih bertahan hingga sekarang.

Jadi, 1 Muharram dan 1 Suro pada dasarnya merujuk pada awal tahun dalam dua kalender yang berbeda tetapi saling berkaitan. Hubungan keduanya bermula dari reformasi kalender yang dilakukan Sultan Agung pada abad ke-17 dengan menggabungkan sistem kalender Jawa dan Hijriah.

Karena itulah, 1 Suro umumnya bertepatan dengan 1 Muharram. Meski demikian, makna yang melekat pada keduanya berbeda. Jika 1 Muharram lebih bernuansa keagamaan sebagai Tahun Baru Islam, maka 1 Suro memiliki dimensi budaya yang kuat dalam tradisi masyarakat Jawa.

Load More