- Warga berebut air bekas jamasan pusaka di Pura Mangkunegaran, Solo, pada Selasa (16/6/2026) malam.
- Masyarakat meyakini air bekas cucian pusaka tersebut mengandung berkah.
- Prosesi jamasan menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis dan bunga untuk membersihkan benda pusaka warisan leluhur.
Banyak petani atau pedagang yang membawa pulang air ini untuk disiramkan di sawah atau tempat usaha.
Tujuannya adalah sebagai simbol harapan agar hasil panen melimpah atau dagangan laris di ttahun yang baru.
3. Keyakinan akan Kesehatan dan Tolak Bala
Beberapa warga menggunakan air bekas jamasan untuk membasuh muka atau menyiram sudut-sudut rumah.
Hal ini diyakini sebagai bentuk perlindungan diri dari energi negatif (tolak bala) serta harapan agar diberikan kesehatan sepanjang tahun.
Kandungan Air Jamasan
Secara teknis, air yang digunakan dalam jamasan biasanya bukan air biasa.
Seperti yang dijelaskan dalam artikel di Sonobudoyo, proses jamasan menggunakan bahan-bahan alami seperti jeruk nipis, mengkudu, dan air bunga setaman.
Jeruk nipis berfungsi sebagai asam alami untuk meluruhkan karat (oksidasi) pada besi pusaka tanpa merusak logamnya.
Aroma wangi dari bunga dan jeruk inilah yang seringkali membuat air bekas jamasan terasa khas.
Baca Juga: Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
Seecara medis sebenarnya tidak disarankan untuk diminum karena kemungkinan mengandung sisa-sisa karat besi atau bahan kimia pembersih seperti warangan atau arsenik.
Kendati demikian, masyarakat tetap memburunya sebagai simbol spiritual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026