- Masyarakat Indonesia kini lebih memilih prosedur non-bedah berbasis stimulasi kolagen alami untuk mendukung konsep healthy aging secara berkelanjutan.
- Regenesis Indonesia memperkenalkan inovasi kolagen stimulator Ultracol guna memperbaiki kualitas, elastisitas, serta tekstur kulit melalui regenerasi jaringan alami.
- Peringatan satu tahun Ultracol pada 12 Juni 2026 di Padel Haus BSD menekankan pentingnya kolaborasi dan edukasi tenaga medis.
Suara.com - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit terus meningkat. Jika dulu perawatan estetika identik dengan hasil instan dan perubahan drastis, kini semakin banyak orang mencari solusi yang mampu memperbaiki kualitas kulit secara alami dan berkelanjutan.
Perubahan ini sejalan dengan berkembangnya konsep healthy aging, sebuah pendekatan yang mengajak kita untuk menerima proses penuaan sebagai bagian alami kehidupan, sambil tetap merawat kesehatan kulit dan menjaga rasa percaya diri.
Dalam dunia estetika, tren tersebut tercermin dari meningkatnya minat terhadap regenerative aesthetics, yakni pendekatan yang mendukung kemampuan alami tubuh untuk melakukan regenerasi jaringan. Salah satu yang banyak mendapat perhatian adalah stimulasi produksi kolagen.
Kolagen merupakan protein penting yang berfungsi menjaga kekencangan, elastisitas, serta struktur kulit. Sayangnya, produksi kolagen alami mulai mengalami penurunan sejak usia pertengahan 20-an. Setelah memasuki usia 30 tahun, jumlahnya dapat berkurang sekitar 1 persen setiap tahun.
Akibatnya, berbagai tanda penuaan mulai muncul, mulai dari garis-garis halus, kulit yang tampak kurang kenyal, perubahan tekstur, hingga berkurangnya volume wajah. Tak heran jika prosedur non-bedah yang mengedepankan stimulasi kolagen semakin diminati.
Laporan International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) menunjukkan bahwa prosedur non-bedah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam industri estetika global. Masyarakat kini lebih mempertimbangkan keamanan, hasil yang natural, serta manfaat jangka panjang dibanding sekadar transformasi instan.
Mengenal Kolagen Stimulator
Berbeda dengan perawatan yang hanya berfokus pada hasil yang terlihat dalam waktu singkat, kolagen stimulator bekerja dengan merangsang pembentukan kolagen alami di dalam kulit. Dengan demikian, perbaikan kualitas kulit terjadi secara bertahap mengikuti proses biologis tubuh.
Pendekatan ini dinilai mampu membantu meningkatkan elastisitas kulit, memperbaiki tekstur, memberikan efek kulit yang tampak lebih kencang, sekaligus mendukung tampilan wajah yang lebih segar dan alami. Karena bekerja melalui mekanisme regenerasi, hasil yang didapat pun cenderung berkembang secara bertahap.
Baca Juga: Fenomena Green Consumerism: Peduli Lingkungan atau Sekadar Tren Belanja?
Salah satu inovasi dalam kategori ini adalah Ultracol, yang diperkenalkan di Indonesia oleh Regenesis Indonesia. Produk ini menjadi bagian dari pilihan terapi berbasis collagen biostimulation yang kini mulai banyak digunakan oleh praktisi estetika yang mengedepankan pendekatan berbasis sains dan kebutuhan pasien.
Namun, di balik berkembangnya inovasi tersebut, edukasi tetap menjadi aspek yang tak kalah penting. Menurut Regenesis Indonesia, kemajuan industri estetika perlu diiringi dengan kolaborasi ilmiah, edukasi berkelanjutan, serta penguatan komunitas profesional agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang aman, efektif, dan bertanggung jawab.
Ir. Emmy Noviawati, President Director Regenesis Indonesia, mengatakan bahwa keberhasilan inovasi di bidang estetika tidak dapat dipisahkan dari peran para dokter dan klinik yang terus mengedepankan kualitas layanan.
"Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah brand estetika tidak dibangun sendiri, melainkan melalui kemitraan yang kuat, edukasi yang berkelanjutan, dan komitmen untuk selalu menghadirkan hasil terbaik bagi pasien," ujar Emmy Noviawati.
Sementara itu, dr. Yenny Muliani dari Youthology Aesthetic Clinic menilai bahwa perkembangan dunia estetika tidak hanya ditopang oleh inovasi, tetapi juga semangat untuk terus belajar dan bertumbuh bersama.
"Terima kasih kepada Ultracol yang selalu menghadirkan kegiatan yang inspiratif dan penuh energi positif. Semoga semakin sukses dan terus menjadi bagian dari perjalanan dunia aesthetic medicine di Indonesia," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan