Suara.com - Beban pengasuhan anak yang tidak seimbang sering kali memicu fenomena kurangnya kehadiran figur ayah atau laki-laki dalam tumbuh kembang anak. Isu ketimpangan pengasuhan ini terus menjadi pengingat bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk menyuarakan pentingnya pembagian tugas dan peran yang setara antara laki-laki dan perempuan, terutama di tengah meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja.
Menteri PPPA dalam siaran persnya pada Mei 2026 mengaku masih mendapati berbagai tantangan yang dihadapi oleh perempuan dalam keluarga, mulai dari beban ganda, pengasuhan yang belum seimbang, hingga kekerasan yang terjadi di ruang publik. Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan tersebut, organisasi perempuan di tingkat akar rumput menjadi penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.
Dear Tante Hadir Sebagai Ruang Inklusif
Salah satu komunitas yang bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan, Dear Tante, turut menjawab tantangan tersebut. Berawal dari ruang aman yang didominasi oleh perempuan muda dan para ibu baru, komunitas ini secara organik meluas dan mulai menarik perhatian serta keterlibatan para laki-laki yang kerap disapa "Om". Perubahan ini disadari betul oleh sang founder, Izza Fidaul, yang melihat ruang diskusi mereka bertransformasi menjadi lebih inklusif.
Bagi Dear Tante, melibatkan laki-laki dalam ekosistem pendukung pengasuhan adalah langkah krusial. Seorang "Om" atau figur laki-laki tidak harus mengalami proses biologis ibu untuk bisa memberikan empati yang nyata. Mereka bisa memberikan dukungan yang sangat berarti hanya dengan memahami fase-fase pengasuhan, seperti proses menyapih anak, agar tidak memberikan stigma atau tuntutan berlebih pada ibu baru.
"Core-nya komunitas ini 'kan seputar keperempuanan, jadi memang konten-kontennya lebih banyak tentang perempuan dan pemberdayaan perempuan. Tapi perlu dicatat juga bahwa pemberdayaan perempuan itu tidak hadir dalam ruang yang hampa, bahwa support dari laki-laki itu juga sangat perlu. Jadi, kita tidak perlu bilang, 'ayo laki-laki juga harus ikut,' tetapi ketika ada laki-laki yang punya semangat dan visi yang sama, itu sudah langsung memfilter bahwa pasti mereka juga turut dilibatkan tanpa harus merasa jadi yang harus bersuara," jelas Izza.
Visi inklusivitas ini kembali ditegaskan oleh Izza:
"Kalau misalnya kita mendakwa ini hanya sebagai komunitas perempuan, kita akan menihilkan suara dan anggota laki-laki yang sebenarnya ingin ikut belajar. Makanya, kami menetapkan sapaan khas 'Halo Tante dan Om' atau 'Salam Tante dan Om' di setiap komunikasi kami. Kami ingin ruang ini menjadi wadah kolaborasi di mana laki-laki juga bisa belajar menjadi support system yang peka."
Dengan konsistensi sapaan hangat tersebut, Dear Tante membuktikan bahwa ruang pengasuhan bukanlah wilayah eksklusif perempuan saja. Langkah kecil ini menjadi salah satu solusi konstruktif dalam mengikis sekat gender, mengubah persepsi kaku mengenai pola asuh, dan membangun masyarakat yang lebih berempati secara kolektif.
Reporter: Vicka Rumanti
Baca Juga: Persulungan, Ruang Aman dan Tumbuh bagi Mereka yang Terlahir sebagai Anak Sulung
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Beban Menjadi Anak Emas yang Dipaksa Menebus Kegagalan Orang Tua
-
Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson
-
Bosan Kerja Sendirian? WFC Journal Mengubah Meja Kopi Jadi Lingkaran Pertemanan
-
Dear Tante: Saat Sosok "Aunty" Hadir Menjadi Support System Hangat bagi Ibu Baru
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
3 Ciri Kulit Tidak Cocok Sunscreen, Lengkap Rekomendasi Produknya dari Ahli Kecantikan
-
Sunscreen Broad Spectrum vs Sunscreen Biasa, Apa Bedanya? Jangan Salah Pilih
-
5 Krim Cysteamine Rekomendasi Ahli Kecantikan untuk Atasi Flek Hitam di Wajah
-
5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch
-
Beda Two Way Cake dan Compact Powder, Mana yang Lebih Bagus?
-
4 Alternatif Sepatu Lari ASICS selain Novablast 5, Cocok untuk Daily Trainer Maupun Long Run
-
Listrik PLN Mati Lapor Ke Mana? Ini Panduan Meminta Kompensasi
-
Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
-
Agar Wanginya Tahan Lama, Parfum Sebaiknya Disemprot di Kulit atau Baju?
-
BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta