Suara.com - Sebagai anak sulung, saya sering merasa tidak punya banyak ruang untuk bercerita. Ada ekspektasi untuk selalu kuat, membantu orang tua, dan berada di depan ketika keluarga menghadapi masalah. Namun di balik semua peran itu, saya kerap bertanya: ketika saya lelah atau bingung, kepada siapa saya bisa mengadu?
Karena itu, saya cukup terkejut ketika mengetahui ada komunitas bernama Persulungan yang secara khusus menjadi ruang bagi anak-anak sulung untuk berbagi cerita dan pengalaman.
Rasa penasaran itu membawa saya mengikuti salah satu kegiatan mereka, “Seporsi Cerita Sulung”.
Rasa penasaran tersebut terjawab begitu saya tiba di lokasi acara di Kopitagram Centang Biru Ampera, Jakarta Selatan. Saya langsung disambut hangat oleh anggota Persulungan.
Dalam hitungan menit, suasana yang awalnya terasa asing berubah menjadi akrab. Rasanya seperti masuk ke ruangan yang dipenuhi orang-orang yang mengerti tanpa perlu banyak penjelasan.
Saat sesi berbagi cerita dimulai, saya menyadari bahwa banyak kegelisahan yang selama ini saya simpan ternyata juga dirasakan orang lain. Dalam kelompok diskusi, kami bergantian bercerita tentang tekanan, tanggung jawab, dan berbagai hal yang sering dipendam sebagai anak sulung.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya tidak hanya mendengarkan cerita orang lain, tetapi juga merasa benar-benar didengarkan.
Berawal dari Obrolan Sesama Anak Sulung
Usai acara, saya berkesempatan berbincang dengan salah satu co-founder Persulungan, Hendika Bagas. Ia bercerita bahwa komunitas ini lahir dari obrolan sederhana tiga mahasiswa yang aktif dalam organisasi yang sama dan kebetulan sama-sama berstatus sebagai anak sulung.
“Malam meeting, karena tiga-tiganya anak sulung, kita nggak cuma bahas job doang di dalam organisasi, tapi kita juga cerita tentang keluarga kita kayak gimana,” ujarnya.
Baca Juga: Skena Kustom Jakarta Bergelora di Deus Kumpul-Kumpul Ride
Dari percakapan-percakapan tersebut, mereka menyadari bahwa banyak pengalaman yang ternyata mereka rasakan bersama. Kesamaan itulah yang kemudian melahirkan sebuah gagasan sederhana.
“Gimana kalau kita bikin komunitas buat anak sulung? Karena kita ngerasa kayaknya bukan kita doang yang ngerasain pinpoint ini,” kata Hendika.
Berangkat dari kebutuhan itu, Persulungan dibangun sebagai ruang yang memungkinkan anak sulung untuk saling terhubung dan bertumbuh bersama. Seiring waktu, komunitas ini berkembang pesat. Saat ini, sekitar 1.800 anggota dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri, tergabung dalam komunitas tersebut.
Persulungan Dari Sudut Pandang Peserta
Menurut Hendika, Persulungan tidak hanya ingin menjadi tempat berbagi cerita. Komunitas ini juga ingin menjadi ruang tumbuh bagi para anak sulung yang selama ini kerap berada dalam posisi serba menanggung.
“Kalau adik-adik kita punya kakak, lah anak sulung ini punya siapa? Diri sendiri,” ujarnya.
Dampak kehadiran Persulungan pun dirasakan langsung oleh para anggotanya. Salah satunya Farah, peserta kegiatan Seporsi Cerita Sulung. Menurutnya, komunitas ini membuat dirinya sadar bahwa berbagai tekanan yang ia rasakan ternyata juga dialami oleh banyak anak sulung lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Silmy Karim Lulusan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Wamen Imipas yang Jadi Tersangka Kasus Suap
-
5 Pilihan Lipstik yang Tahan Air dan Tidak Transfer, Bibir Tetap Rapi Seharian
-
Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun
-
4 Rekomendasi Sunscreen Tone Up, Wajah Cerah Instan dan Terlindungi dari Sinar UV
-
Lebih Kaya dari Dadan Hindayana, Intip Aset Lodewyk Pusung Eks Wakil Kepala BGN
-
Diduga Terlibat Suap Izin WNA, Segini Gaji dan Fasilitas Wah Wakil Menteri Imipas Silmy Karim
-
Adu Kekayaan 3 Eks Petinggi BGN Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis, Siapa Paling Tajir?
-
Cushion Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan yang Dapat Rating Tinggi dari Tasya Farasya
-
Berapa Korupsi Dadan Hindayana? Eks Kepala BGN yang Jadi Tersangka Suap MBG
-
Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN