- Tata letak pintu depan dan belakang yang sejajar dianggap kurang ideal baik dalam ilmu feng shui maupun arsitektur modern.
- Posisi pintu sejajar dapat menyebabkan energi positif cepat keluar, mengurangi privasi penghuni, serta menciptakan sirkulasi angin terlalu kencang.
- Penghuni dapat menggunakan tanaman, furnitur, atau partisi untuk menghalangi jalur lurus guna meningkatkan kenyamanan rumah tanpa melakukan renovasi.
Suara.com - Pintu depan dan pintu belakang yang sejajar sering kali dianggap sebagai tata letak yang kurang ideal dalam sebuah rumah. Kepercayaan ini banyak ditemukan dalam prinsip feng shui, bahkan sebagian masyarakat Indonesia juga meyakininya sebagai bagian dari pertimbangan membangun hunian.
Namun, benarkah posisi pintu depan yang lurus dengan pintu belakang memang tidak disarankan? Ternyata, bukan sekadar mitos. Dari sisi feng shui hingga arsitektur modern, ada sejumlah alasan yang bisa menjelaskan mengapa desain seperti ini sebaiknya dihindari.
Energi Baik Mudah Keluar
Dalam ilmu feng shui, pintu depan disebut sebagai "mulut chi", yaitu jalur utama masuknya energi ke dalam rumah. Ketika pintu depan dan pintu belakang berada dalam satu garis lurus, energi positif atau chi dipercaya akan langsung mengalir keluar tanpa sempat berputar dan menyebar ke seluruh ruangan.
Master feng shui asal Amerika Serikat, Rodika Tchi, menjelaskan bahwa kondisi ini membuat rumah sulit menyimpan energi yang mendukung keharmonisan, kesehatan, maupun kemakmuran penghuninya.
"Ketika pintu depan sejajar dengan pintu belakang, energi yang masuk akan terburu-buru keluar dari rumah," tulis Rodika Tchi dalam berbagai ulasannya mengenai tata letak rumah menurut feng shui.
Karena itu, feng shui menyarankan adanya penghalang visual, seperti partisi, rak, tanaman hias, atau penataan furnitur tertentu untuk memperlambat aliran energi.
Privasi Penghuni Menjadi Berkurang
Dari sudut pandang desain interior, pintu yang sejajar dapat mengurangi privasi penghuni rumah. Saat pintu depan terbuka, orang dari luar berpotensi melihat langsung hingga ke area belakang rumah.
Baca Juga: Posisi WC yang Baik Menurut Islam dan Feng Shui, Bukan Sekadar Soal Estetika
Menurut para arsitek, kondisi ini dapat membuat penghuni merasa kurang nyaman karena aktivitas di dalam rumah lebih mudah terlihat dari luar.
Privasi merupakan salah satu aspek penting dalam perancangan hunian. Oleh sebab itu, banyak arsitek modern menghindari membuat jalur pandang lurus dari pintu masuk menuju area belakang.
Sirkulasi Angin Bisa Terlalu Kencang
Meski ventilasi silang atau cross ventilation penting untuk menjaga kualitas udara, posisi pintu yang benar-benar sejajar dapat menciptakan aliran angin yang terlalu deras.
Profesor emeritus arsitektur dari University of California, Berkeley, Lisa Heschong, dalam kajiannya tentang desain pasif bangunan menjelaskan bahwa sirkulasi udara yang baik perlu dikendalikan agar tetap nyaman bagi penghuni.
Jika aliran udara terlalu kuat, debu dari luar lebih mudah masuk dan beberapa area rumah justru menjadi kurang nyaman untuk ditempati.
Berita Terkait
-
Posisi WC yang Baik Menurut Islam dan Feng Shui, Bukan Sekadar Soal Estetika
-
8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah
-
Bolehkan Tempat Tidur Bersebelahan dengan Kamar Mandi? Ini Fakta Menurut Kesehatan hingga Feng Shui
-
9 Aturan Feng Shui Kamar Agar Rezeki dan Tidur Lebih Nyenyak
-
Posisi Lemari Pakaian Menurut Feng Shui, Sebaiknya Diletakkan di Mana?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan