- Pengguna smartwatch sering mengalami kendala baterai cepat habis akibat penggunaan fitur berlebihan.
- Penyebab utama borosnya daya meliputi fitur layar, notifikasi tidak penting, serta pelacakan kesehatan aktif secara terus-menerus.
- Pengguna dapat menghemat baterai hingga tiga hari dengan mengatur ulang pengaturan layar, notifikasi, dan rutin memperbarui perangkat.
Suara.com - Baterai smartwatch yang cepat habis menjadi keluhan umum pengguna wearable device. Padahal, smartwatch dirancang untuk menemani aktivitas seharian, tapi sering kali hanya bertahan setengah hari atau bahkan kurang.
Penyebab utamanya karena fitur-fitur canggih seperti layar Always On Display, koneksi Bluetooth terus-menerus, pelacakan detak jantung 24 jam, dan notifikasi yang tidak terkendali.
Selain itu, software yang tidak di-update dan pengaturan default pabrik yang boros daya juga mempercepat pengurasan baterai.
Namun, pengguna tidak perlu mengorbankan fitur smartwatch hanya untuk baterai yang lebih awet.
Dengan beberapa penyesuaian sederhana, baterai bisa bertahan hingga 2–3 hari bahkan lebih, tergantung modelnya.
Berikut lima cara efektif menghemat baterai smartwatch.
1. Matikan atau Atur Always On Display (AOD)
Always On Display adalah penyumbang konsumsi daya terbesar. Alih-alih membiarkannya menyala terus, ubah pengaturan menjadi Raise to Wake atau tap to wake.
Layar hanya menyala saat Anda mengangkat pergelangan tangan. Penghematan daya bisa mencapai 30–40% hanya dengan perubahan ini saja.
Baca Juga: Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari
2. Batasi Notifikasi yang Masuk
Buka pengaturan notifikasi di aplikasi pendamping (seperti Galaxy Wearable, Watch App, atau Zepp).
Matikan notifikasi yang kurang penting seperti game, promo, atau media sosial. Biarkan hanya panggilan, pesan penting, dan aplikasi kesehatan.
3. Kurangi Frekuensi Pelacakan Kesehatan
Fitur continuous heart rate monitoring dan SpO2 yang aktif 24 jam sangat boros. Ubah pengaturan heart rate menjadi setiap 10 atau 30 menit saja, kecuali saat olahraga.
Nonaktifkan juga pelacakan stres otomatis dan sleep tracking jika tidak terlalu dibutuhkan. GPS sebaiknya hanya dinyalakan saat berolahraga outdoor, bukan untuk tracking biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement