- The Gottman Institute mencatat 73 persen pasangan jarang mendiskusikan kebutuhan seksual serta batasan pribadi secara mendalam dan terbuka.
- Psikolog Febrizky Yahya menyatakan bahwa ketidakberanian berkomunikasi sering memicu asumsi salah yang merusak kualitas hubungan emosional pasangan dewasa.
- Okamoto mengadakan acara Spill the (Safe) Tea untuk mendorong pasangan berani berkomunikasi jujur demi membangun hubungan yang sehat.
Suara.com - Komunikasi yang terbuka menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat dan berkualitas. Meski banyak pasangan kini lebih leluasa membicarakan urusan karier, keuangan, hingga rencana masa depan, pembahasan mengenai kebutuhan emosional dan keintiman masih kerap dianggap tabu.
Padahal, keterbukaan dalam menyampaikan kebutuhan, preferensi, maupun batasan dapat membantu pasangan saling memahami dan mengurangi potensi kesalahpahaman dalam hubungan.
Mengacu pada temuan The Gottman Institute, sebanyak 73 persen pasangan disebut tidak pernah mendiskusikan kebutuhan seksual, fantasi, maupun batasan mereka secara mendalam. Temuan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi mengenai keintiman masih menjadi tantangan bagi banyak pasangan dewasa.
Psikolog sekaligus sex educator Febrizky Yahya mengatakan banyak pasangan sebenarnya ingin membicarakan berbagai hal penting terkait hubungan, tetapi tidak tahu bagaimana memulainya. Rasa canggung, takut disalahpahami, atau khawatir memicu respons negatif dari pasangan sering menjadi penghalang.
"Sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan. Alih-alih bertanya langsung, banyak pasangan memilih berasumsi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan," ujar Febrizky.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka membantu pasangan membangun rasa aman, baik secara fisik maupun emosional, sekaligus menciptakan kedekatan yang lebih kuat. Dengan saling memahami kebutuhan dan kenyamanan masing-masing, hubungan dapat berkembang menjadi lebih sehat dan saling menghargai.
Untuk mendorong percakapan yang lebih terbuka, Okamoto bersama komunitas DearMoms dan IVG menggelar acara bertajuk Spill the (Safe) Tea. Kegiatan ini melibatkan 15 pasangan dewasa dalam suasana yang santai dan personal untuk mendiskusikan berbagai aspek hubungan serta keintiman yang selama ini jarang dibicarakan.
Mengusung konsep afternoon tea, peserta diajak mengikuti sesi refleksi, permainan pasangan, hingga diskusi bersama sex educator mengenai kebutuhan, preferensi, kenyamanan, serta berbagai mitos seputar penggunaan kondom dan kesehatan seksual.
Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd. Holly Kwan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendorong pasangan lebih berani membangun komunikasi yang jujur.
Baca Juga: 3 Tahun Pacaran, Ariana Grande dan Ethan Slater Resmi Berpisah
Menurut Holly, hubungan yang berkualitas lahir dari rasa saling memahami, bukan sekadar asumsi. Karena itu, ia menilai keberanian membicarakan kebutuhan emosional, kenyamanan, hingga batasan dalam hubungan merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan.
Melalui inisiatif tersebut, Okamoto berharap semakin banyak pasangan dewasa menyadari bahwa hubungan yang sehat tidak hanya ditunjang oleh perlindungan fisik, tetapi juga oleh komunikasi yang terbuka, rasa saling percaya, dan penghargaan terhadap kebutuhan satu sama lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
-
Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
-
5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya