- UNIQLO Indonesia dan SANA Kenal Kota menyelenggarakan kegiatan media trip untuk mengeksplorasi sudut bersejarah Kota Tua hingga Glodok.
- Kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya perlindungan sinar UV di wilayah tropis seperti Jakarta sepanjang hari.
- Peserta memanfaatkan koleksi pakaian proteksi sinar UV dari UNIQLO untuk beraktivitas luar ruang dengan aman dan nyaman.
Suara.com - Jakarta selalu terasa terburu-buru. Kita berlari mengejar KRL, berpindah halte TransJakarta, berjalan cepat di trotoar, lalu masuk lagi ke gedung berpendingin udara. Hari berganti dengan pola yang hampir sama. Anehnya, di tengah mobilitas itu, ada satu hal yang hampir tak pernah benar-benar saya pikirkan: sinar matahari.
Padahal, tinggal di kota tropis seperti Jakarta berarti kita bertemu dengannya hampir setiap hari.
Kesadaran itu datang justru ketika saya mengikuti The Everyday UV Journey: Discovering Jakarta's Hidden Gems Under The Sun, sebuah media trip yang diselenggarakan UNIQLO Indonesia bersama komunitas SANA Kenal Kota.
Awalnya saya mengira ini hanya walking tour biasa. Ternyata, perjalanan itu membuat saya bukan hanya menemukan sudut Jakarta yang belum pernah saya lihat, tetapi juga menyadari bahwa paparan UV ternyata jauh lebih dekat daripada yang saya bayangkan.
Jakarta dari Sudut yang Berbeda
Pagi itu kami berkumpul di Sarinah. Sebelum berjalan kaki, perjalanan dimulai menggunakan Open Top Bus menuju Kota Tua. Duduk di lantai atas bus tanpa atap membuat Jakarta terasa berbeda. Gedung-gedung tua, jalan protokol, hingga deretan pepohonan yang biasanya hanya saya lewati dari balik kaca kendaraan, kini terlihat lebih hidup.
Namun ada satu hal yang juga terasa lebih nyata. Matahari.
Jam masih menunjukkan pagi, tetapi hangatnya sinar matahari sudah mulai menyentuh wajah. Bukan panas yang menyengat, melainkan paparan yang perlahan hadir tanpa disadari.
Menurut World Health Organization (WHO), wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa seperti Indonesia menerima paparan UV yang relatif tinggi sepanjang tahun. Bahkan, perlindungan terhadap sinar matahari sudah direkomendasikan ketika UV Index berada di angka 3, sementara indeks UV harian Jakarta pada siang hari kerap mencapai kategori tinggi hingga sangat tinggi.
Baca Juga: Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
Artinya, aktivitas sederhana seperti berjalan menuju halte, berpindah gedung, atau sekadar menikmati kopi di area semi-outdoor pun sebenarnya membuat kita terpapar UV.
Kesadaran itu baru benar-benar terasa ketika walking tour dimulai.
Melangkah Tiga Kilometer Tanpa Takut Matahari
Dari Toko Merah kami mulai berjalan menyusuri Kota Tua menuju kawasan Pecinan Glodok. Total sekitar tiga kilometer.
Kalau dipikir-pikir, perjalanan sejauh itu di bawah matahari Jakarta biasanya cukup membuat saya khawatir akan rasa gerah. Namun kali ini rasanya berbeda, karena saya mengenakan Cardigan Kerah Bulat Proteksi Sinar UV dari UNIQLO.
Cardigan ini terasa lembut sejak pertama dipakai. Dengan UPF25, modelnya cocok untuk aktivitas harian di dalam maupun luar ruangan. Berbahan katun-rayon yang ringan, membuat cardigan ini nyaman untuk layering, serta mudah dipadukan dengan berbagai gaya dan pilihan warna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan