- Susu Mbok Darmi memperingati Hari Susu Sedunia di Kota Bogor dengan kegiatan jalan santai dan pembagian susu gratis.
- Sebanyak 1.000 cup susu segar dibagikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan nutrisi harian secara konsisten.
- Kegiatan edukasi kesehatan ini bertujuan menginspirasi masyarakat Indonesia agar membangun gaya hidup sehat melalui kebiasaan minum susu.
Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, gaya hidup sehat bukan lagi sekadar tren sesaat. Semakin banyak orang mulai rutin berolahraga, memperhatikan asupan makanan, hingga mencari sumber nutrisi yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari.
Namun di tengah berbagai upaya tersebut, ada satu kebiasaan sederhana yang kerap luput dari perhatian, minum susu secara rutin. Momentum Hari Susu Sedunia yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas hidup. Susu sendiri merupakan salah satu sumber nutrisi yang mengandung berbagai zat gizi penting.
Mulai dari protein yang berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, kalsium dan fosfor untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, hingga vitamin D dan vitamin B12 yang mendukung fungsi tubuh agar tetap optimal.
Bagi anak-anak, susu membantu menunjang masa pertumbuhan, sementara bagi orang dewasa, asupan nutrisi tersebut dapat mendukung aktivitas yang semakin padat dan produktif.
Sayangnya, budaya minum susu di Indonesia masih perlu terus diperkuat. Padahal, membiasakan diri mengonsumsi susu setiap hari bisa dimulai dari langkah yang sangat sederhana, misalnya menjadikannya bagian dari menu sarapan atau dinikmati setelah beraktivitas fisik.
Pesan inilah yang coba disampaikan dalam peringatan Hari Susu Sedunia 2026 yang digelar Susu Mbok Darmi di Kota Bogor. Alih-alih mengusung konsep seremonial semata, peringatan tersebut dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan dipusatkan di Warkopolim Bogor dan diawali dengan fun walk yang melintasi sejumlah titik ikonik Kota Bogor, seperti Jalan Ahmad Yani, kawasan Air Mancur Bogor, hingga Taman Heulang sebelum kembali ke lokasi utama acara.
Sepanjang perjalanan, peserta turut membagikan susu gratis kepada warga serta mengajak masyarakat merayakan Hari Susu Sedunia dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Baca Juga: Minum Susu Putih Malam 1 Suro Baca Doa Apa? Ini Hukum Meminumnya saat 1 Muharram
Tak hanya itu, berbagai aktivitas interaktif juga dihadirkan, mulai dari free flow fresh milk, karaoke bersama, booth activation, hingga photobooth yang menjadi ruang berkumpul bagi komunitas, keluarga, serta para peserta.
Sebanyak 1.000 cup susu segar turut dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari gerakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi.
Menariknya, pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tak harus selalu berlangsung dalam suasana formal.
Mengajak masyarakat berjalan kaki bersama, berinteraksi, lalu menikmati susu dapat menjadi pengalaman yang lebih mudah diingat sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
CEO Susu Mbok Darmi, Dhony Pratama, menilai perubahan besar justru lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
"Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Hari Susu Sedunia bukan hanya tentang merayakan susu, tetapi tentang mengajak masyarakat membangun gaya hidup yang lebih sehat," kata dia.
Melalui kegiatan ini, kaya dia Susu Mbok Dharmi ingin menunjukkan bahwa hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana seperti berjalan kaki bersama, menjaga pola hidup aktif, dan membiasakan minum susu setiap hari.
Dhony juga menekankan bahwa membangun budaya minum susu membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
"Kami ingin hadir lebih dari sekadar produk. Kami ingin menjadi bagian dari gerakan yang menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih sehat. Ketika semakin banyak keluarga Indonesia memiliki akses terhadap nutrisi yang baik dan mulai membangun kebiasaan sehat sejak dini, maka kita sedang berinvestasi pada kualitas generasi masa depan Indonesia," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan