Suara.com - Sebuah gerakan sosial tak selalu dimulai dari langkah besar. Berangkat dari keluh kesah dua ibu rumah tangga di lingkungan Sekolah Tetum Bunaya, Pipit Dwia dan Sri Dewi Susanty (Santy) membangun komunitas literasi yang kini aktif memanfaatkan taman kota di Jagakarsa sebagai ruang membaca dan bertukar cerita.
Melihat banyaknya ruang terbuka hijau di Jagakarsa, kegiatan yang awalnya dilakukan dalam lingkup kecil itu kemudian berkembang dan dibuka untuk masyarakat umum.
“Karena di Jagakarsa banyak taman, jadi kami manfaatkan ruang terbuka hijau yang ada. Dari taman ke taman, akhirnya kami buka juga untuk umum supaya lebih banyak ibu-ibu yang saling menyemangati untuk membaca lagi,” ujar Santy.
Suasana Taman Ketika Bacaman
Pagi itu, Kamis (18/6/2026), suasana di Taman Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tampak berbeda. Di tengah anak-anak yang menggambar dan bermain di atas rumput, sekelompok ibu muda duduk melingkar sambil memegang buku.
Lewat komunitas Klabu, kegiatan membaca dipadukan dengan pengasuhan anak di ruang terbuka. Taman kota yang biasanya menjadi tempat bermain disulap menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan saling bertukar cerita.
Usai sesi membaca senyap, para peserta melanjutkan kegiatan dengan diskusi kelompok. Setiap ibu membagikan isi buku yang dibaca, membicarakan sudut pandang baru, hingga saling bertukar pengalaman.
Perjalanan Klabu dari perkumpulan kecil hingga mampu menggerakkan ibu-ibu di ruang publik bahkan di luar dugaan anggotanya sendiri. Melly, salah satu anggota yang mengikuti komunitas ini sejak awal, mengaku tak menyangka perkembangannya.
“Saya sendiri enggak sangka kalau Klabu ini akan sebesar ini. Baru setahun ikut, tapi kegiatannya makin berkembang dan ada value yang benar-benar positif,” ujar Melly.
Bagi Klabu, komunitas ini tak ingin berhenti sebagai ruang pertemuan sementara. Pipit, inisiator Klabu, berharap gerakan ini tetap hidup meski anak-anak para anggotanya sudah tidak lagi bersekolah.
Baca Juga: Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas
“Harapannya tidak terbatas ketika anak-anaknya masih sekolah saja, tapi setelah lulus tetap bisa lanjut komunitasnya,” kata Pipit.
Klabu menunjukkan bahwa memperluas akses literasi tidak selalu membutuhkan fasilitas besar. Dengan menghidupkan taman kota dan menjaga konsistensi kegiatan, ruang publik dapat menjadi tempat tumbuhnya budaya membaca yang lebih dekat dan inklusif.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal 'Mandi Uang' di Hari Minggu 21 Juni 2026
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa
-
8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?
-
Bukan Sekadar Game, eSports Jadi Pintu Masuk Literasi Finansial dan Transformasi Digital
-
Berawal dari TikTok, Lagu Masa Depanmu Milik Danil Muzik Raup Jutaan Streaming
-
5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif