-
eSports—sektor yang dulu hanya dipandang sebagai hiburan, kini berkembang menjadi industri kompetitif dengan nilai ekonomi besar, sistem pelatihan profesional, hingga peluang karier yang semakin luas.
-
Di balik layar permainan seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Valorant, hingga PUBG Mobile, eSports telah membentuk ekosistem yang menuntut kemampuan berpikir cepat, membaca data, menyusun strategi, dan bekerja dalam tim.
-
Pola ini secara tidak langsung juga membangun keterampilan yang relevan dengan dunia nyata, termasuk disiplin, pengambilan keputusan, hingga manajemen risiko.
Suara.com - Perkembangan dunia digital dalam satu dekade terakhir telah mengubah cara generasi muda belajar, berinteraksi, hingga membangun masa depan karier mereka. Salah satu ekosistem yang tumbuh paling cepat adalah eSports—sektor yang dulu hanya dipandang sebagai hiburan, kini berkembang menjadi industri kompetitif dengan nilai ekonomi besar, sistem pelatihan profesional, hingga peluang karier yang semakin luas.
Di balik layar permainan seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Valorant, hingga PUBG Mobile, eSports telah membentuk ekosistem yang menuntut kemampuan berpikir cepat, membaca data, menyusun strategi, dan bekerja dalam tim. Pola ini secara tidak langsung juga membangun keterampilan yang relevan dengan dunia nyata, termasuk disiplin, pengambilan keputusan, hingga manajemen risiko.
Menariknya, pola-pola tersebut kini mulai dikaitkan dengan kemampuan yang lebih luas, termasuk literasi finansial. Cara pemain membaca situasi permainan, mengatur resource, hingga menentukan momentum, memiliki kesamaan dengan cara seseorang mengelola keuangan dan mengambil keputusan investasi.
Kesadaran inilah yang kemudian mulai dimanfaatkan dalam berbagai pendekatan edukasi generasi muda, di mana eSports tidak lagi hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga pintu masuk untuk memahami dunia digital, teknologi, hingga keuangan secara lebih matang.
eSports sebagai Ruang Baru Literasi dan Pembinaan Generasi Digital
Transformasi eSports sebagai ruang edukasi terlihat dalam berbagai inisiatif yang menggabungkan kompetisi, teknologi, dan pembinaan karakter. Salah satunya melalui gelaran Kapolda Jateng Cup eSports 2026 yang berlangsung di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (20/6).
Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) ini diikuti ribuan peserta dan pengunjung, sekaligus menjadi ajang seleksi menuju Kapolri Cup eSports 2026. Namun lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang pembinaan generasi muda agar memiliki mentalitas juara, sportivitas, serta kemampuan adaptasi di era digital.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa eSports kini memiliki peran yang lebih luas dalam membentuk karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, Polda Jateng ingin mengajak para pelajar dan komunitas eSports untuk menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern. Gunakan teknologi secara bijak, jauhi perilaku negatif di ruang digital, serta ikut menjaga persatuan dan keamanan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Unreal Engine 6 Pamer Fitur, Hadirkan Integrasi AI Gemini dan Claude
Ia menambahkan bahwa eSports bukan hanya soal permainan, tetapi juga sarana membangun disiplin, kerja sama tim, strategi, serta mental juang generasi muda.
Ketika eSports Bertemu Literasi Finansial
Di tengah gelaran turnamen, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan program literasi keuangan bertajuk “Generasi Jateng Cerdas Rupiah”. Program ini menyasar komunitas eSports dan generasi muda yang hadir, dengan tujuan memperluas pemahaman finansial di tengah meningkatnya minat investasi anak muda.
President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, menyoroti adanya kesenjangan antara tingginya inklusi keuangan dan literasi finansial di kalangan generasi muda.
Berdasarkan SNLIK OJK 2025, inklusi keuangan usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96%, namun literasi finansial baru berada di angka 73,22%. Kondisi ini menunjukkan adanya gap pengetahuan yang berpotensi mendorong perilaku investasi berbasis FOMO (Fear of Missing Out).
“Komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter ini sangat relevan dengan dunia investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi masa depan finansial yang lebih baik,” ujar Moleonoto.
Dalam sesi edukasi, Equity Analyst IPOT Brigita Kinari menjelaskan bahwa kemampuan dalam game ternyata memiliki kesamaan dengan strategi pengelolaan keuangan.
Ia memetakan empat kemampuan utama yang disebut sebagai Smart Money Skills:
- Map Awareness: kemampuan membaca kondisi, mirip dengan analisis pasar dan risiko
- Timing: menentukan waktu terbaik untuk bertindak, seperti membeli atau menjual aset
- Item Build: memilih instrumen investasi sesuai profil risiko
- Disiplin: menghindari keputusan emosional dan tidak “all-in” tanpa perhitungan
“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelolanya,” tegas Brigita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok