Suara.com - Cuaca panas di kawasan perkotaan tampaknya semakin sulit dihindari. Permukaan beton, aspal, dan bangunan yang mendominasi kota menyerap panas matahari sepanjang hari lalu melepaskannya kembali pada malam hari. Fenomena ini dikenal sebagai urban heat island atau pulau panas perkotaan, yaitu kondisi ketika suhu di suatu kota lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.
Tingginya suhu tentu mengurangi kenyamanan warga dan dapat meningkatkan risiko kesehatan. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi panas di lingkungan perkotaan.
Atap Putih Efektif Menurunkan Suhu Kota
Salah satu solusi yang disarankan adalah mengecat atap bangunan dengan warna putih. Temuan ini dipaparkan dalam penelitian berjudul “Adapting Urban Areas to Rising Temperatures: Strategies to Reduce Heat and Vulnerability in a Warming World”.
Menurut penelitian tersebut, warna putih memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari lebih baik dibandingkan warna gelap. Ketika atap dicat putih, panas yang diserap bangunan menjadi lebih sedikit sehingga suhu permukaan dan udara di sekitarnya ikut menurun.
Selain membuat lingkungan lebih sejuk, cara ini juga dapat mengurangi kebutuhan penggunaan pendingin ruangan (AC), sebagaimana dilansir dari Advancing Earth and Space Science (24/6/2026). Dampaknya, konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan dari penggunaan listrik dapat ditekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan atap putih mampu menurunkan suhu hingga 1,75 derajat Celsius pada siang hari.
Peran Penting Ruang Hijau
Selain penggunaan atap putih, keberadaan taman kota dan ruang hijau juga berperan penting dalam mendinginkan lingkungan perkotaan. Pohon dan vegetasi membantu menyerap panas sekaligus melepaskan uap air melalui proses evapotranspirasi, yaitu gabungan antara evaporasi dan transpirasi, sebagaimana dilansir dari Campbell Scientific (24/6/2026).
Proses tersebut menghasilkan efek pendinginan alami yang membantu menurunkan suhu udara di sekitarnya. Tak hanya itu, ruang hijau juga berkontribusi terhadap peningkatan keanekaragaman hayati dan kualitas lingkungan kota. Berdasarkan penelitian tersebut, ruang hijau mampu menciptakan efek pendinginan hingga sekitar 0,26 derajat Celsius.
Baca Juga: 4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas
Penulis utama studi tersebut, Sergi Ventura, yang juga merupakan peneliti di Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lingkungan, Universitat Autònoma de Barcelona, menjelaskan bahwa vegetasi memberikan manfaat pendinginan bahkan setelah matahari terbenam.
"Pada malam hari, vegetasi secara perlahan melepaskan panas yang tersimpan selama siang hari dan membatasi kehilangan panas melalui pendinginan radiasi ke atmosfer," ujar Sergi.
Meski bukan solusi tunggal untuk mengatasi perubahan iklim, penggunaan atap putih dan perluasan ruang hijau dapat membantu meningkatkan kenyamanan warga kota sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat suhu ekstrem.
Para peneliti juga mengingatkan bahwa meskipun penelitian ini dilakukan di Barcelona, temuan tersebut berpotensi diterapkan di berbagai kota lain yang memiliki karakteristik iklim serupa. Dengan biaya yang relatif rendah dan penerapan yang cukup mudah, atap putih serta ruang hijau dapat menjadi bagian penting dari strategi adaptasi kota terhadap suhu yang terus meningkat.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan