Lifestyle / Female
Senin, 29 Juni 2026 | 10:43 WIB
Ilustrasi Semprot Parfum di Leher. (Pexels/Ron Lach)
Baca 10 detik
  • Parfum sering disemprotkan ke leher, tetapi kebiasaan ini masih memicu perdebatan di masyarakat.
  • Ada yang menganggapnya berbahaya karena kandungan alkohol, sementara leher juga dikenal sebagai titik nadi yang membuat aroma lebih tahan lama.
  • Simak fakta menurut pakar tentang apakah parfum aman disemprotkan di leher atau hanya sekadar mitos.

Suara.com - Parfum menjadi salah satu produk yang hampir tidak pernah lepas dari rutinitas banyak orang karena mampu memberikan aroma segar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Namun di balik kebiasaan tersebut, masih banyak beredar berbagai anggapan mengenai cara memakai parfum yang benar, termasuk soal area tubuh yang aman untuk disemprot.

Salah satu topik yang cukup sering dibahas adalah larangan menyemprotkan parfum langsung ke leher.

Tidak sedikit orang percaya bahwa kebiasaan ini bisa memicu berbagai risiko, termasuk menimbulkan masalah kesehatan terkait kelenjar tiroid.

Di sisi lain, leher sebenarnya termasuk salah satu titik nadi yang kerap direkomendasikan sebagai lokasi ideal untuk mengaplikasikan parfum agar aromanya lebih tahan lama.

Perbedaan pendapat ini membuat banyak orang bingung apakah menyemprotkan parfum ke leher benar-benar berbahaya atau justru masih aman dilakukan.

Karena itu, penting untuk mengetahui fakta yang sebenarnya berdasarkan penjelasan pakar agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar.

Lantas, benarkah parfum tidak boleh disemprotkan di leher, atau anggapan tersebut hanyalah mitos yang beredar di masyarakat?

Semprot Parfum di Leher Boleh atau Tidak? Ini Kata Pakar

Ilustrasi Semprot Parfum di Leher. (Pexels/Zeyneb Alishova)

Menanggapi hal tersebut, Pakar Multiomics Cancer IPB, dr. Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, menjelaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan semprot parfum di leher secara langsung menyebabkan kanker tiroid.

Baca Juga: Beda Parfum EDT dan EDP, Mana yang Cocok untuk Pemakaian Sehari-hari?

"Berdasarkan sebuah studi tinjauan sistematis, kebiasaan menyemprotkan parfum, termasuk di area leher, berkaitan dengan risiko gangguan kelenjar tiroid," jelas dr. Agil Wahyu Wicaksono, dilansir dari laman resmi ipb.ac.id pada Senin, 29 Juni 2026.

"Adapun hubungan dengan kanker tiroid masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara langsung," lanjutnya.

Menurut dr Agil, parfum atau cologne umumnya mengandung bahan kimia seperti phthalates, parabens, dan triclosan yang dapat diserap melalui kulit.

Karena kulit leher relatif tipis dan dekat dengan kelenjar tiroid, risiko paparan bahan-bahan tersebut secara teoritis bisa meningkat. Apalagi jika paparan tersebut dilakukan berulang kali. Hal inilah yang perlu diwaspadai.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa triclosan dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara sejumlah paraben juga berdampak pada keseimbangan sistem endokrin tubuh," terang dr. Agil lagi.

"Area leher secara anatomis berada dekat dengan kelenjar tiroid dan memiliki kulit yang relatif tipis, sehingga paparan phthalates, paraben, dan triclosan yang berulang di lokasi ini secara teoritis dapat meningkatkan peluang efek zat tersebut secara lokal maupun sistemik," jelasnya.

Load More