Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 30 Juni 2026 | 10:45 WIB
Liburan Tak Biasa untuk Gen Alpha, Saatnya Bermain Sambil Belajar di Kampung Main di TMII (Instagram)
Baca 10 detik
  • Kementerian Pariwisata menyelenggarakan program Liburan ke Kampung Main bagi Generasi Alpha pada 1 hingga 5 Juli 2026.
  • Kegiatan di TMII Jakarta ini menyajikan edukasi budaya, alam, dan kearifan lokal melalui berbagai workshop serta permainan.
  • Program yang menjangkau sejumlah kota ini bertujuan memperkenalkan pariwisata berkelanjutan serta memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak Indonesia.

Suara.com - Libur sekolah identik dengan pergi ke mal, bermain gim, atau menghabiskan waktu di depan layar. Namun, bagi Generasi Alpha yang tumbuh di era digital serba cepat, pengalaman liburan yang berbeda justru bisa menjadi momen yang lebih berkesan.

Menyambut musim liburan sekolah tahun ini, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengajak masyarakat menikmati pengalaman wisata yang seru, edukatif, dan bermakna melalui kampanye #DiIndonesiaAja. 

Mengusung tema “Liburan Cara Baru”, Kementerian Pariwisata bersama para mitra Co-Branding Wonderful Indonesia menghadirkan program bertajuk “Liburan ke Kampung Main”, sebuah konsep liburan yang mengajak anak-anak bermain sambil mengenal alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Mulai 1 hingga 5 Juli 2026, masyarakat dapat mengunjungi Kampung Main Co-Branding Wonderful Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Berbagai aktivitas interaktif telah disiapkan, mulai dari permainan edukatif bertema farm to table melalui Petualangan Jagung, workshop dengan tema berbeda setiap hari, hingga permainan digital scavenger hunt.

Workshop yang dihadirkan pun beragam, mulai dari gastronomi, warisan budaya dan bahari, wastra, seni dan desain, hingga wellness. Seluruh aktivitas dirancang agar anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

Bagi keluarga yang tidak berada di Jakarta, pengalaman serupa juga bisa dinikmati melalui permainan scavenger hunt yang dapat diakses di sejumlah destinasi mitra Co-Branding Wonderful Indonesia di berbagai kota, seperti HeHa Waterfall Bogor, HeHa Forest Sleman, Plaza Ambarrukmo dan Plaza Malioboro Yogyakarta, Pramana Craft dan Van Bloemen 1881 Sleman, hingga Jatim Park Malang.

Permainan digital ini mengajak peserta menyelesaikan berbagai tantangan dan menemukan ikon dari setiap daerah di Indonesia. Menariknya, peserta berkesempatan memenangkan hadiah utama berupa empat voucher staycation dan berbagai hadiah hiburan lainnya. Aktivasi online berlangsung mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan cara baru yang menyenangkan untuk mengajak masyarakat berwisata di Indonesia sekaligus memperkenalkan desa wisata kepada anak-anak.

“Melalui ‘Liburan ke Kampung Main’, kami ingin menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Anak-anak dapat hadir di Kampung Main sebagai destinasi yang kaya akan budaya, kearifan lokal, dan nilai-nilai keberlanjutan," kata dia.

Baca Juga: 5 Ide Seru Isi Liburan Sekolah Anak di Jakarta, Ada Wahana Bermain hingga Kelas Kreatif

Lebih lanjut kata dia, pihaknya percaya bahwa Generasi Alpha memiliki peran penting sebagai calon wisatawan dan agen perubahan yang akan menentukan wajah pariwisata Indonesia di masa depan.

Menurutnya, edukasi mengenai pariwisata berkelanjutan perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.

“Dengan memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan, kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga, memahami, dan menghargai budaya lokal seperti proses pengolahan hasil panen dari kebun ke meja makan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pemilihan Generasi Alpha sebagai target utama program bukan tanpa alasan. Meski belum memiliki daya beli sendiri, preferensi dan ketertarikan mereka kerap memengaruhi pilihan destinasi liburan keluarga. 

Di tengah kebiasaan yang lekat dengan teknologi dan dunia digital, desa wisata justru menawarkan pengalaman yang berbeda melalui konsep slow travel dan slow living, mengajak anak-anak lebih dekat dengan alam, budaya, dan masyarakat lokal.

Ni Made menilai anak-anak masa kini membutuhkan pengalaman yang autentik dan bermakna.

“Generasi Alpha tumbuh di era digital yang serba cepat, tetapi justru memiliki kebutuhan akan pengalaman yang autentik dan bermakna. Melalui ‘Liburan ke Kampung Main’, kami mengajak anak-anak keluar dari rutinitas dan merasakan pengalaman lebih dekat dengan alam. Melalui berbagai aktivitas interaktif, pengalaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mereka,” ujarnya.

Lebih dari sekadar mengisi waktu liburan, pengalaman semacam ini juga diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan budaya.

“Ketika anak-anak memiliki kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan yang dekat dengan alam dan budaya lokal, mereka akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan, menghargai tradisi, dan mendukung kesejahteraan masyarakat setempat. Dan mereka akan turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih berkualitas,” tutup Ni Made.

Load More