Lifestyle / Komunitas
Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB
AC Inverter 1 PK - Daikin FTKE25YV14. [Daikin]
Baca 10 detik
  • AC non-inverter menggunakan sistem hidup-mati kompresor, menawarkan harga beli terjangkau namun konsumsi listrik cenderung lebih tinggi saat digunakan.
  • AC inverter memakai teknologi kompresor kecepatan variabel untuk menstabilkan suhu serta menghemat listrik secara signifikan saat penggunaan jangka panjang.
  • AC low watt dirancang dengan daya listrik kecil untuk rumah berkapasitas terbatas meskipun memiliki durasi pendinginan yang lebih lambat.

Suara.com - Banyak orang mengira semua AC bekerja dengan cara yang sama karena sama-sama menghasilkan udara dingin.

Padahal, AC low watt, AC inverter, dan AC biasa atau non-inverter memiliki sistem kerja yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap konsumsi listrik, kecepatan pendinginan, hingga biaya penggunaan dalam jangka panjang.

Memahami perbedaan ketiga jenis AC tersebut akan membantu Anda menentukan pilihan yang paling tepat sesuai kapasitas listrik rumah, pola penggunaan, dan anggaran yang dimiliki.

Perbedaan AC Low Watt, Inverter, dan AC Biasa

Meskipun memiliki fungsi utama yang sama, yaitu mendinginkan ruangan, ketiga jenis AC ini menggunakan teknologi yang berbeda. Perbedaan tersebut memengaruhi efisiensi energi, kenyamanan, hingga biaya operasional setiap bulan.

Berikut penjelasan lengkapnya.

1. AC Biasa (Non-Inverter)

AC non-inverter merupakan jenis pendingin ruangan yang paling banyak digunakan sejak lama. Sistem kerjanya relatif sederhana karena kompresor hanya memiliki dua kondisi, yaitu menyala penuh atau berhenti bekerja.

Saat suhu ruangan masih lebih tinggi dari suhu yang diatur pada remote, kompresor akan bekerja dengan daya maksimal untuk menurunkan temperatur. Setelah suhu yang diinginkan tercapai, kompresor akan berhenti.

Ketika suhu ruangan kembali meningkat, kompresor akan menyala lagi dengan daya penuh. Siklus hidup-mati ini terus berulang selama AC digunakan.

Karena setiap kali kompresor menyala membutuhkan arus listrik awal yang cukup besar, konsumsi listrik AC non-inverter cenderung lebih tinggi dibandingkan AC inverter apabila digunakan dalam waktu lama.

Baca Juga: Udara Lebih Bersih, Rumah Lebih Nyaman: Inovasi AC yang Jawab Kebutuhan Keluarga Modern

Meski demikian, AC jenis ini tetap memiliki sejumlah kelebihan, antara lain:

  • Harga pembelian relatif lebih terjangkau.
  • Biaya servis dan perawatan umumnya lebih murah.
  • Komponen lebih sederhana sehingga proses perbaikan lebih mudah.
  • Cocok untuk penggunaan yang tidak terlalu lama, misalnya hanya beberapa jam setiap hari.

Namun, suhu ruangan biasanya terasa sedikit naik turun karena kompresor terus berhenti dan kembali menyala.

2. AC Inverter

AC inverter menggunakan teknologi kompresor dengan kecepatan variabel. Berbeda dengan AC biasa, kompresor tidak langsung berhenti setelah suhu ruangan tercapai.

Sebaliknya, putaran kompresor akan menyesuaikan kebutuhan pendinginan.

Saat ruangan masih panas, kompresor bekerja pada putaran tinggi agar suhu cepat turun. Setelah suhu yang diinginkan tercapai, kompresor tetap menyala tetapi kecepatannya melambat sehingga hanya mempertahankan suhu ruangan tetap stabil.

Cara kerja ini membuat konsumsi listrik menjadi lebih efisien karena tidak terjadi lonjakan daya berulang saat kompresor menyala kembali.

Load More