- MANTRA116 sebagai ajang trail run internasional akan diselenggarakan pada 3-5 Juli 2026 di kawasan pegunungan Arjuno-Welirang, Jawa Timur.
- Sebanyak 4.000 peserta akan mengikuti enam kategori lomba lari lintas alam yang diakui secara resmi oleh lembaga ITRA.
- Penyelenggaraan MANTRA116 memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah melalui peningkatan sektor penginapan, transportasi, serta keterlibatan pelaku UMKM lokal.
Suara.com - Berlibur kini tak melulu soal bersantai di pantai atau mengunjungi tempat-tempat populer. Dalam beberapa tahun terakhir, tren sport tourism atau wisata olahraga semakin diminati masyarakat Indonesia.
Banyak orang mulai mencari pengalaman yang memadukan aktivitas fisik, petualangan, sekaligus kesempatan menikmati keindahan alam suatu daerah.
Indonesia pun memiliki modal besar untuk mengembangkan tren ini. Dengan bentang alam yang beragam, mulai dari pegunungan, hutan, hingga garis pantai yang panjang, banyak destinasi di Tanah Air yang cocok menjadi lokasi wisata olahraga.
Salah satu "surga" yang kini semakin dikenal para pecinta olahraga alam adalah kawasan Arjuno-Welirang di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Pesona kawasan pegunungan ini kembali menjadi sorotan lewat penyelenggaraan MANTRA116, ajang trail run yang memasuki tahun ke-10 pada 3-5 Juli 2026.
Digelar di Kaliandra Resort, lereng Gunung Arjuno, event ini tak hanya menghadirkan kompetisi lari lintas alam, tetapi juga mengajak peserta menjelajahi kekayaan alam Arjuno-Welirang yang terkenal dengan hutan pegunungan, jalur berbatu, punggungan terbuka, hingga kawasan vulkanik khas Gunung Welirang.
Diinisiasi oleh komunitas Malang Trail Runners (MANTRA Runners), MANTRA116 berkembang menjadi salah satu ajang trail run paling bergengsi di Indonesia.
Tahun ini, sebanyak 4.000 pelari dari berbagai daerah bahkan mancanegara siap menaklukkan lintasan ekstrem yang menjadi ciri khas event ini. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang diikuti sekitar 2.700 peserta.
MANTRA116 menghadirkan enam kategori perlombaan, yakni 10K, 17K, 34K, 38K, 68K, dan 116K. Masing-masing menawarkan tantangan berbeda, mulai dari tanjakan panjang, jalur teknikal, hingga perubahan suhu yang ekstrem.
Baca Juga: 5 Sepatu Lokal untuk Trail Running, Nyaman Dipakai di Medan Alam
Kategori 116K menjadi tantangan tertinggi dengan batas waktu penyelesaian mencapai 33 jam. Tak hanya populer di dalam negeri, MANTRA116 juga telah mendapat pengakuan internasional.
Event ini juga terdaftar secara resmi di International Trail Running Association (ITRA) dan masuk dalam skema UTMB Index, sehingga hasil lomba para peserta dapat menjadi referensi untuk mengikuti berbagai ajang trail running dunia.
Lebih dari sekadar perlombaan, MANTRA116 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pada penyelenggaraan tahun 2025, perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp7,3 miliar.
Sektor penginapan, transportasi, hingga pelaku UMKM merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan dan peserta lomba. Sebanyak 20 tenant UMKM turut meramaikan event dengan menawarkan beragam kuliner dan produk khas daerah.
Daya tarik Arjuno-Welirang pun tak berhenti di jalur lomba. Kawasan sekitarnya menyimpan banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi.
Ada Wisata Agro Lembah Kecubung di Trawas yang menawarkan pengalaman agrowisata dan aktivitas keluarga, Air Terjun Kakek Bodo di Tretes dengan panorama hutan yang asri, hingga Pantai Lekok yang menghadirkan suasana tenang di pesisir utara Pasuruan.
Kombinasi antara olahraga, petualangan, dan keindahan alam inilah yang membuat sport tourism semakin digemari. MANTRA116 menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki banyak destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman wisata berbeda sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?