- Program double degree di Xi'an Jiaotong-Liverpool University memungkinkan mahasiswa mendapatkan dua gelar dari institusi Tiongkok dan Inggris.
- Indonesia menjadi pasar internasional terbesar bagi XJTLU dengan jumlah pendaftar mencapai 1.500 orang untuk periode September 2026.
- Kurikulum XJTLU mengintegrasikan pengalaman lintas budaya dan kecerdasan buatan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan kerja tingkat global.
Suara.com - Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, ijazah saja sering kali belum cukup menjadi modal untuk memiliki karier bagus.
Pengalaman belajar di lingkungan internasional, kemampuan beradaptasi dengan berbagai budaya, hingga penguasaan bahasa asing kini menjadi nilai tambah yang banyak dicari.
Karena itu, program double degree semakin diminati mahasiswa yang ingin mempersiapkan karier di tingkat global.
Program double degree memungkinkan mahasiswa memperoleh dua gelar dari dua institusi berbeda dalam satu masa studi.
Tak hanya memperluas wawasan akademik, program ini juga memberi pengalaman belajar lintas negara dan membuka peluang membangun jaringan internasional sejak masih di bangku kuliah.
Salah satu universitas yang menawarkan konsep tersebut adalah Xi'an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU), hasil kolaborasi antara Xi'an Jiaotong University di Tiongkok dan University of Liverpool di Inggris. Minat mahasiswa Indonesia terhadap kampus ini pun terus meningkat.
Saat ini, Indonesia menjadi pasar internasional terbesar bagi XJTLU dengan sekitar 700 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan. Untuk penerimaan September 2026, jumlah pendaftar dari Indonesia telah mencapai lebih dari 1.500 orang atau sekitar 38 persen dari total aplikasi internasional.
Executive President XJTLU, Professor Youmin Xi, mengatakan lingkungan internasional menjadi salah satu kekuatan utama universitas tersebut.
Dosen XJTLU berasal dari lebih dari 60 negara dan wilayah, sedangkan mahasiswanya datang dari hampir 100 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Baca Juga: Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
"Mahasiswa di kampus kami sudah terbiasa dengan atmosfer ragam budaya yang berbeda. Model edukasi kami adalah membantu mahasiswa tumbuh dengan kemampuan berpikir yang cepat dan penuh kebijaksanaan. Kami juga mendukung mereka membangun wisdom dengan mengintegrasikan pengetahuan dari perspektif Barat dan Timur," ujar Professor Xi dalam media session di Jakarta.
XJTLU memiliki lebih dari 100 program studi di bidang sains, teknik, bisnis, keuangan, arsitektur, perencanaan kota, bahasa, hingga budaya. Seluruh program diajarkan dalam bahasa Inggris, sehingga mahasiswa terbiasa menggunakan bahasa internasional dalam proses belajar.
Salah satu daya tarik utamanya adalah program double degree. Mahasiswa jenjang sarjana akan memperoleh dua gelar sekaligus, yakni gelar dari XJTLU yang diakui Kementerian Pendidikan Tiongkok dan gelar dari University of Liverpool yang diakui secara global. Sementara itu, mahasiswa pascasarjana memperoleh gelar dari University of Liverpool.
Selain kurikulum internasional, XJTLU juga mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.
Mahasiswa diperkenalkan pada konsep AI sejak tahun pertama, termasuk etika penggunaannya. Pada tahun-tahun berikutnya, AI dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran di berbagai disiplin ilmu hingga penelitian.
Menurut Professor Xi, teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan menggantikan peran manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman