Suara.com - Setiap hari kita membuang struk belanja, tiket transportasi, kemasan makanan, hingga potongan kardus tanpa berpikir panjang. Padahal, sebagian besar benda tersebut masih memiliki nilai guna dan tidak harus langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa pada 2025, sampah kertas dan karton menyumbang sekitar 11,25 persen dari total timbulan sampah nasional. Artinya, limbah berbahan kertas masih menjadi salah satu jenis sampah terbesar di Indonesia.
Salah satu cara sederhana untuk mengurangi timbulan sampah tersebut adalah menerapkan prinsip reuse atau menggunakan kembali barang sebelum dibuang. Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), penggunaan kembali merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah yang paling ramah lingkungan karena dapat memperpanjang umur pakai suatu barang sekaligus mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru.
Salah satu praktik reuse yang belakangan semakin populer adalah junk journal. Aktivitas ini menggabungkan kebiasaan menulis jurnal dengan pemanfaatan berbagai barang bekas yang masih layak pakai. Selain menjadi media berekspresi, junk journal juga menunjukkan bahwa sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan.
Apa Itu Junk Journal?
Sekilas, junk journal tidak jauh berbeda dengan buku harian atau jurnal pada umumnya. Penggunanya tetap menulis pengalaman sehari-hari, mencatat perjalanan, atau menyimpan kenangan. Bedanya, halaman-halamannya dihias menggunakan berbagai material bekas yang biasanya langsung dibuang.
Misalnya, struk belanja, tiket kereta atau konser, potongan majalah, amplop, label pakaian, kemasan makanan, kertas kado, hingga potongan kain. Berbagai benda tersebut kemudian disusun menjadi kolase yang unik sehingga setiap halaman memiliki cerita dan karakter yang berbeda.
Melalui cara ini, barang yang semula dianggap sampah memperoleh fungsi baru tanpa harus melalui proses daur ulang yang membutuhkan energi maupun bahan tambahan.
Mengapa Reuse Lebih Ramah Lingkungan?
Baca Juga: Libur Sekolah Makin Seru, Rangkaian Acara Kreatif dan Hiburan Keluarga Hadir hingga Juli 2026
Dalam hierarki pengelolaan sampah, reuse berada di atas daur ulang (recycling). Alasannya, penggunaan kembali tidak memerlukan proses pengolahan yang mengonsumsi energi, air, maupun bahan baku tambahan.
Artinya, semakin lama suatu barang digunakan, semakin kecil pula kebutuhan untuk memproduksi barang baru. Dampaknya bukan hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga membantu menghemat sumber daya alam dan menekan emisi yang dihasilkan dari proses produksi.
Meski terlihat sederhana, kebiasaan menyimpan dan memanfaatkan kembali kertas atau kemasan bekas dapat menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular, yakni sistem yang berupaya menjaga material tetap digunakan selama mungkin sebelum akhirnya menjadi limbah.
Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan Siapa Saja
Selain bermanfaat bagi lingkungan, membuat junk journal juga memiliki nilai personal. Banyak orang menggunakannya untuk mendokumentasikan perjalanan, mengenang momen spesial, merancang proyek kreatif, hingga menjadi aktivitas relaksasi setelah beraktivitas.
Aktivitas ini juga melatih kreativitas karena setiap halaman dibuat dari kombinasi material yang berbeda. Tidak ada aturan baku mengenai bentuk maupun isi junk journal, sehingga siapa pun dapat membuatnya menggunakan barang-barang yang tersedia di rumah.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cari Moisturizer yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 4 Pilihan dengan Review Pembeli
-
Promo Alfamart Terbaru 2 Juli 2026: Minyak 2 Liter Rp43.900 hingga Indomie 5 Bungkus Rp14.600
-
8 Sunscreen Terlaris di Shopee Sepanjang 2026, Wardah Masih Mendominasi
-
Dokter Tifa Lulusan Mana? Jalani 2 Sidang Sekaligus
-
Lari Jadi Gaya Hidup, Busana Syar'i Tak Halangi Perempuan Aktif Berolahraga
-
Alasan Parfum dengan Aroma Intens Kian Diminati dan Jadi Tren
-
5 Sepatu Slip On Mirip Skechers Go Walk, Harga Mulai Rp100 Ribuan
-
Saat Remaja Mulai Ingin Mandiri, Orang Tua Bisa Tetap Tenang Berkat Pendampingan Digital
-
3 Pelembap Wajah Anak dengan Review Ampuh Atasi Kulit Kering, Siap Hadapi Teriknya El Nino!
-
4 Moisturizer yang Bisa Dipakai Siang dan Malam, Mulai Rp39 Ribuan dengan Review Positif