Lifestyle / Komunitas
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:42 WIB
Ilustrasi pendampingan digital untuk remaja. (freepik)
Baca 10 detik
  • BPS mencatat mayoritas remaja Indonesia belum mandiri dalam bermobilitas sehingga orang tua memerlukan solusi pendampingan yang aman.
  • Grab meluncurkan GrabKeluarga Fitur Remaja sebagai solusi teknologi untuk mendukung kemandirian anak berusia 13–18 tahun saat bepergian.
  • Fitur ini menyediakan pemantauan perjalanan real-time, verifikasi PIN, dan komunikasi terintegrasi untuk menjamin keamanan remaja bagi orang tua.

Suara.com - Memasuki usia remaja, anak mulai ingin memiliki ruang lebih untuk beraktivitas sendiri. Berangkat ke sekolah, mengikuti les, latihan olahraga, hingga bertemu teman menjadi bagian dari proses belajar mandiri. Namun, bagi banyak orang tua, melepas anak bepergian tanpa pendampingan masih menjadi tantangan tersendiri.

Kekhawatiran soal keamanan perjalanan, apakah anak naik kendaraan yang benar, tetap bisa dihubungi, hingga tiba dengan selamat di tujuan masih menjadi perhatian utama keluarga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan sebagian besar remaja Indonesia berusia 13–18 tahun masih mengandalkan kendaraan pribadi atau diantar orang tua ke sekolah. Sekitar 63 persen remaja masih bepergian dengan cara tersebut, sementara hanya sekitar 7,7 persen yang menggunakan transportasi umum secara mandiri, termasuk layanan transportasi online.

Angka ini menunjukkan bahwa kemandirian dalam mobilitas belum sepenuhnya menjadi kebiasaan. Dibutuhkan proses bertahap agar remaja dapat belajar mandiri, sekaligus membangun rasa percaya orang tua.

GrabKeluarga Fitur Remaja. (Dok. Grab)

Psikolog keluarga Pritta Tyas, M.Psi., Psikolog, menilai kekhawatiran orang tua merupakan hal yang sangat wajar ketika anak mulai meminta kebebasan lebih besar.

"Saat remaja mulai meminta lebih banyak kebebasan, orang tua tetap perlu hadir untuk mendampingi proses tersebut sesuai dengan usia dan kesiapan anak. Pendampingan juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi yang membantu orang tua tetap terinformasi tanpa mengurangi ruang bagi remaja untuk belajar mandiri," ujarnya.

Pendampingan, menurutnya, bukan berarti selalu menemani secara fisik. Justru komunikasi yang terbuka, kesepakatan bersama, dan dukungan teknologi dapat menjadi cara agar remaja belajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri tanpa merasa diawasi secara berlebihan.

Pandangan serupa juga dirasakan aktor sekaligus ayah, Tora Sudiro. Ia mengaku proses memberi kepercayaan kepada anak untuk bepergian sendiri bukan hal yang mudah.

"Kami ingin anak belajar mandiri dan punya ruang untuk berkembang, tetapi di saat yang sama tetap ada rasa khawatir ketika tidak bisa selalu mendampingi anak secara langsung," katanya.

Baca Juga: Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas

Melihat kebutuhan tersebut, Grab menghadirkan GrabKeluarga Fitur Remaja, layanan yang dirancang untuk membantu remaja berusia 13–18 tahun bepergian lebih mandiri dengan pendampingan digital dari orang tua.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Grab Indonesia, Asep Haekal, mengatakan proses membangun kemandirian anak memang membutuhkan kepercayaan yang tumbuh secara bertahap.

"Kemandirian remaja tidak terjadi dalam satu hari. Ada proses membangun kepercayaan antara orang tua dan anak, dan teknologi dapat membantu menjembatani proses tersebut. Melalui GrabKeluarga Fitur Remaja, kami ingin membantu keluarga memberi ruang bagi anak untuk belajar bepergian mandiri, dengan tetap menghadirkan lapisan keamanan, pemantauan, dan komunikasi yang membuat orang tua lebih tenang," jelasnya.

Fitur tersebut memungkinkan orang tua memantau perjalanan anak secara real time melalui Trip Monitoring, memastikan anak masuk ke kendaraan yang tepat lewat PIN Verification, serta berkomunikasi melalui Three-Way Chat yang menghubungkan orang tua, anak, dan mitra pengemudi dalam satu ruang percakapan.

Selain itu tersedia pula fitur Emergency Help, Always-on AudioProtect untuk layanan GrabCar, Book on Behalf yang memungkinkan orang tua memesankan perjalanan untuk anak, serta Family Payment Method agar pembayaran lebih praktis.

Inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Titi Eko Rahayu, menilai perlindungan anak di era digital perlu mengikuti perubahan pola aktivitas keluarga.

"Upaya seperti GrabKeluarga menunjukkan bagaimana platform digital dapat turut berkontribusi dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman bagi anak, remaja, keluarga, dan masyarakat luas," ujarnya.

Di tengah semakin tingginya mobilitas remaja, perpaduan antara kepercayaan, komunikasi, dan teknologi dinilai dapat menjadi bekal penting agar anak belajar mandiri secara bertahap, sementara orang tua tetap merasa tenang selama perjalanan berlangsung.

Load More