- Empire State Building di New York merupakan gedung setinggi 443 meter yang selesai dibangun pada tahun 1931.
- Dua pendaki Rusia, Angela Nikolau dan Ivan Kuznetsov, memanjat puncak gedung tanpa pengaman pada 1 Juli 2026.
- Aksi lamaran ekstrem tersebut menyebabkan keduanya ditangkap aparat karena tuduhan membahayakan diri sendiri dan melakukan pembobolan.
Suara.com - Empire State Building merupakan salah satu ikon arsitektur paling terkenal di dunia, berdiri gagah di jantung Manhattan, New York City. Bangunan Art Deco ini selesai dibangun pada tahun 1931 dan sempat menjadi gedung tertinggi di dunia selama beberapa dekade.
Tinggi Empire State Building sering menjadi pertanyaan banyak orang, terutama setelah aksi nekat sepasang pendaki Rusia, Angela Nikolau dan Ivan Kuznetsov, yang melakukan lamaran di puncaknya.
Menurut data resmi, tinggi Empire State Building mencapai 1.250 kaki atau sekitar 381 meter hingga atapnya. Namun, jika dihitung termasuk antena dan spire di puncaknya, total ketinggian mencapai 1.454 kaki atau sekitar 443,2 meter.
Antena tersebut memiliki panjang sekitar 204 kaki (62 meter). Observasi deck di lantai 86 berada pada ketinggian sekitar 1.050 kaki, sementara lantai 102 berada di 1.250 kaki.
Gedung berlantai 102 ini memiliki lebih dari 2 juta kaki persegi ruang kantor dan observatorium yang menjadi daya tarik wisatawan.
Pada 1 Juli 2026, dua pendaki Rusia, Angela Nikolau (33 tahun) dan Ivan Kuznetsov (32 tahun), membuat dunia terkejut. Pasangan yang dikenal sebagai "rooftoppers" ini berhasil memanjat hingga puncak spire gedung tanpa tali pengaman atau harness, tepat di ketinggian 1.454 kaki di atas permukaan tanah.
Mereka mengenakan pakaian serba hitam, membuka bendera besar berwarna hitam bertuliskan kutipan Jimi Hendrix: "When the power of love beats the love of power, the world knows peace" (Ketika kekuatan cinta mengalahkan cinta kekuasaan, dunia akan mengenal kedamaian).
Aksi mereka tidak berhenti di situ. Dalam perjalanan turun, Ivan berlutut dan melamar Angela di puncak gedung tersebut. Angela menerima lamaran itu dengan ciuman romantis di ketinggian ekstrem.
Mereka sempat mengabadikan momen selfie dan memposting foto cincin di media sosial sebelum ditangkap polisi.
Baca Juga: Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
Sebelumnya, pasangan ini sudah dikenal lewat dokumenter Netflix berjudul Skywalkers: A Love Story (2024), yang merekam petualangan mereka memanjat gedung-gedung tinggi di Asia dan Timur Tengah.
Aksi nekat ini langsung menjadi viral di seluruh dunia. Banyak yang memuji keberanian dan romansa mereka, menyebutnya sebagai lamaran paling ekstrem sepanjang sejarah.
Namun, pihak berwenang tidak main-main. Angela dan Ivan ditangkap segera setelah turun. Mereka didakwa dengan berbagai tuduhan berat, termasuk reckless endangerment (membahayakan diri sendiri dan orang lain), criminal mischief, dan burglary (pembobolan).
Menurut laporan, mereka diduga menyelinap masuk ke gedung pada malam sebelumnya dan bersembunyi di dalamnya.
Pada sidang singkat keesokan harinya, mereka dibebaskan dengan pengawasan hingga sidang berikutnya. Ayah Angela bahkan menyebut bahwa pasangan ini sudah menikah dan aksi tersebut hanyalah "performance" atau pertunjukan seni.
Meski begitu, Empire State Building sendiri menegaskan bahwa mereka menyediakan paket lamaran resmi di observatorium dengan biaya sekitar $1.000, jauh lebih aman daripada memanjat antena.
Kisah Angela dan Ivan menjadi bukti sisi liar New York yang penuh adrenalin. Empire State Building bukan hanya simbol kemajuan Amerika, tapi juga panggung bagi mimpi-mimpi nekat manusia. Dengan ketinggian 443 meter, gedung ini menawarkan pemandangan memukau, tapi juga risiko maut bagi siapa pun yang berani melampaui batas.
Aksi mereka memicu diskusi tentang batas kebebasan, seni, dan cinta. Apakah ini bentuk ekspresi tertinggi atau sekadar recklessness yang membahayakan?
Bagi Angela Nikolau dan Ivan Kuznetsov, puncak Empire State Building bukan hanya titik tertinggi di New York, melainkan puncak cinta mereka yang tak terlupakan. Lamaran di ketinggian ekstrem itu kini menjadi bagian dari sejarah gedung legendaris ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Apa Itu Diaspora? Ragnar Oratmangoen Cs Kehilangan Statusnya usai Gabung Liga Lokal
-
Lahan Pertanian Bisa Jadi Penyerap Karbon? Penelitian Ini Ungkap Potensinya
-
Cushion Viva Cosmetics untuk Kulit Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Keunggulannya
-
5 Bedak Padat Natural yang Menyatu dengan Warna Kulit, Hasil Flawless Tanpa Belang
-
5 Body Lotion Jumbo untuk Kulit Kering dan Mencerahkan, Hemat Dipakai Sehari-hari
-
7 Tips Bikin Ruangan Dingin Tanpa AC, Solusi Anti Gerah dan Hemat Listrik
-
Gunung Apa yang Paling Mematikan di Indonesia?
-
3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
-
Kasus dr Icha Meninggal Karena Apa? Kini Keluarga Lapor Polisi
-
3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap