- Bea Cukai Soekarno-Hatta menyita 18.585 gram narkotika jenis ganja dan hasis dari Amerika Serikat dan Rusia selama Maret-Juni 2026.
- Narkotika tersebut diselundupkan melalui paket kiriman dan koper warga negara Rusia dengan tujuan akhir kepada WNA di Bali.
- BNN menangkap dua tersangka di Bali dan menetapkan satu pelaku sebagai DPO untuk pengembangan jaringan narkotika internasional tersebut.
Suara.com - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) membongkar jaringan narkotika internasional yang mencoba memasok belasan kilogram ganja dan hasis ke Bali.
Narkoba asal Amerika Serikat dan Rusia tersebut diselundupkan dengan berbagai modus untuk mengelabui petugas.
Kepala Kantor Bea Cukai Soetta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkap, pihaknya menyita total 18.585 gram narkotika dalam operasi periode Maret hingga Juni 2026.
Salah satu tangkapan menonjol berasal dari Amerika Serikat yang dikirim melalui jasa paket.
"Barang kiriman asal Amerika Serikat dengan tujuan akhir Bali diberitahukan sebagai 'luggage'. Setelah diperiksa, barang itu berisi ganja sebanyak 10.785 gram," ujar Hengky di Tangerang, Rabu (24/6/2026).
Selain kiriman paket, petugas juga mencegat seorang warga negara Rusia berinisial KK (52) yang mendarat dari Bangkok pada 3 Juni lalu.
KK kedapatan membawa 7.800 gram hasis yang disembunyikan secara rapi di dalam kompartemen rahasia pada dasar kopernya.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa seluruh narkotika itu ditujukan bagi warga negara asing (WNA) yang menetap di Bali.
"Tujuan dari dua kasus, ganja dan hasis, itu kepada warga negara asing yang berada di Bali. Kami masih menyelidiki apakah kedua pengiriman tersebut saling berkaitan," beber Hengky.
Baca Juga: Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan
Skenario Hindari Keamanan Udara
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yang melakukan pengembangan kasus tersebut kemudian berhasil menciduk dua warga Rusia lainnya di Bali, yang masing-masing berperan sebagai penerima dan pengendali jaringan.
Direktur Interdiksi BNN RI, Tery Zakiar Muslim, menyebut para pelaku sangat lihai dalam mengatur jalur distribusi darat untuk menghindari pemeriksaan ketat di bandara.
"Karena kita ikuti skenario mereka sesuai dengan keinginan mereka, itu tidak melalui jalur udara. Jadi mereka sudah sangat menghindari security check yang ada di udara," ungkap Tery.
Saat ini, satu warga Rusia lainnya telah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga menjadi otak pengiriman dari luar negeri. BNN terus mendalami apakah narkotika premium ini memang dikhususkan untuk komunitas WNA di Bali atau ada target pasar lain.
Atas perbuatannya, para tersangka kini terancam hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut