- Mencukur merupakan metode praktis, namun berisiko menyebabkan iritasi serta rambut tumbuh ke dalam.
- Mencabut bulu hingga ke akar dapat merusak folikel, memicu infeksi bakteri, serta menyebabkan hiperpigmentasi kulit.
- Secara medis, mencukur dinilai lebih aman dibandingkan mencabut karena tidak merusak struktur folikel rambut di bagian dalam.
Kerusakan pada folikel ini membuka celah besar bagi bakteri untuk masuk dan memicu infeksi yang dikenal sebagai folikulitis.
Risiko Luka dan Hiperpigmentasi
Proses mencabut bulu ketiak secara berulang juga merangsang produksi melanin berlebih sebagai respons terhadap trauma atau peradangan fisik.
Akibatnya, area ketiak justru jauh lebih rentan mengalami hiperpigmentasi atau perubahan warna menjadi hitam yang sulit dihilangkan.
Kesimpulan: Mana yang Lebih Aman?
Dari perspektif kesehatan kulit secara menyeluruh, mencukur dinilai jauh lebih aman dibandingkan mencabut karena tidak merusak struktur folikel bagian dalam.
Namun, kebersihan alat seperti pisau cukur steril tetap menjadi kunci utama untuk menghindari luka sayat dan infeksi bakteri.
Bagi pemilik kulit sensitif, konsultasi dengan dokter spesialis kulit sangat disarankan sebelum memilih metode perawatan rambut tubuh.
Penanganan yang personal akan membantu mencegah iritasi kronis dan menjaga estetika kulit ketiak tetap sehat optimal.
Baca Juga: 4 Deodorant dengan Niacinamide untuk Mengatasi Noda Gelap di Area Ketiak
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional