- Data KLHK menyebutkan timbulan sampah di Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun.
- Charm meluncurkan pembalut berbahan organik dengan kemasan kertas daur ulang untuk mengurangi dampak pencemaran limbah lingkungan.
- Program edukasi di sekolah wilayah Jakarta mengajarkan siswi pentingnya memilih produk ramah lingkungan untuk kesehatan menstruasi.
Suara.com - Kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan kini tak hanya terlihat dari kebiasaan membawa tumbler atau tas belanja sendiri. Produk yang digunakan sehari-hari, termasuk pembalut, juga mulai menjadi perhatian karena berkontribusi terhadap timbulan sampah.
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan timbulan sampah di Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari 30 juta ton.
Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mengampanyekan gaya hidup yang lebih berkelanjutan, termasuk melalui penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).
Di tengah meningkatnya kepedulian tersebut, produsen produk menstruasi juga mulai menghadirkan inovasi yang lebih ramah lingkungan.
Salah satunya dilakukan oleh Charm, yang belum lama ini memperkenalkan Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package, pembalut dengan kemasan berbahan kertas yang lebih mudah didaur ulang.
Tak hanya kemasannya, produk ini juga menggunakan bio material yang berasal dari organic cotton, botanical oil, dan tumbuhan tebu pada lapisan pembalut yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Sementara kemasan luarnya dirancang agar bisa dimanfaatkan kembali sebagai tempat menyimpan pembalut maupun barang-barang kecil lainnya sehingga tidak langsung menjadi sampah.
Upaya tersebut sejalan dengan meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan.
Berdasarkan riset Unicharm pada 2025 terhadap siswi SMP, hampir 30 persen responden mengaku bersedia membayar lebih mahal untuk pembalut yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Sering Dianggap Beban, Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?
Sementara 25 persen responden menjadikan aspek ramah lingkungan sebagai salah satu pertimbangan utama saat memilih pembalut.
Melihat tren tersebut, edukasi mengenai menstruasi kini juga mulai dikombinasikan dengan edukasi lingkungan.
Melalui program School to School Extra Maxi, Charm mengunjungi sejumlah SMP dan SMA di Jakarta untuk memberikan edukasi kepada lebih dari 2.000 siswi mengenai kesehatan menstruasi sekaligus pentingnya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
Dalam sesi tersebut, para siswi diajak memahami bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar.
Kebiasaan sederhana seperti mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, hingga memilih produk dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan juga dapat menjadi bagian dari kontribusi sehari-hari.
Brand Ambassador Charm, Syifa Hadju, mengaku telah membiasakan diri melakukan langkah-langkah sederhana untuk mengurangi sampah, mulai dari membawa tumbler dan tote bag sendiri, mengurangi penggunaan kertas dengan beralih ke dokumen digital, hingga memilih produk yang memiliki perhatian terhadap aspek keberlanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
-
Bukan di DPR, Front Mahasiswa Nasional Pilih Demo di Istana untuk Sampaikan 10 Tuntutan
-
Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
Terkini
-
3 Jam Tangan Fossil Wanita Tali Kulit Termurah, Gaya Berkelas untuk Kasual Maupun Formal
-
Eks PM Malaysia Ismail Sabri Kena Skandal Laporan Harta Kekayaan Palsu, Sembunyikan Emas
-
Daftar Tuntutan Aksi Demo 27 Agustus 2026 di DPR, Simak Apa Saja
-
Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja
-
Konten Jadi Ladang Cuan, LG Ajak Kreator Masuk Bisnis Affiliate dengan Komisi hingga 5 Persen
-
Awas Salah Letak, Ketahui Posisi Kandang Hewan Peliharaan di Dalam Rumah Menurut Feng Shui
-
Puan Maharani Jamin RUU Perampasan Aset Kelar Tepat Waktu di 15 Desember
-
Prabowo Bakal Sambangi Ndalem Tambakberas Sebelum Buka Muktamar Ke-35 NU
-
Bahasa Ngeles ala Pejabat dan Aparat: Ketika Istilah Mengaburkan Fakta
-
Miris! Tak Tercover Bantuan, Ibu dan Anak Terbaring Sakit di Rumah Kontrakan Banjar