- Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hunian yang sehat dan ramah lingkungan mendorong meningkatnya penggunaan material bangunan berlabel hijau (Green Label).
- Selain mengutamakan estetika, material tersebut dinilai memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah serta mendukung kualitas udara di dalam ruangan.
- Tren ini semakin terlihat dalam berbagai inovasi dan kolaborasi yang ditampilkan di ajang IndoBuildTech 2026.
Suara.com - Memiliki rumah yang cantik kini tak lagi cukup. Semakin banyak orang mulai mempertimbangkan apakah material yang digunakan juga aman bagi kesehatan dan memiliki dampak yang lebih kecil terhadap lingkungan.
Kesadaran inilah yang mendorong tren penggunaan material bangunan berlabel hijau atau green label.
Green label merupakan sertifikasi yang menunjukkan bahwa suatu produk memenuhi standar tertentu terkait aspek lingkungan, mulai dari proses produksi, kandungan bahan, hingga dampaknya terhadap kualitas udara di dalam ruangan.
Material seperti keramik, granit, cat, hingga pelapis dinding yang memiliki sertifikasi ini dinilai lebih ramah lingkungan dan mendukung terciptanya hunian yang sehat.
Tren tersebut terlihat dalam ajang IndoBuildTech 2026. Salah satu produsen granit dan keramik, Sun Power Ceramics, mengangkat konsep The Dune yang memadukan material berstandar Green Label dengan elemen alami melalui kolaborasi bersama Altarize dan House of Olive.
Menurut Marketing Manager Sun Power Ceramics, Vidya Damayanti, desain masa kini tidak hanya mengejar tampilan yang menarik, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan.
"Kami percaya bahwa desain terbaik lahir ketika inovasi berjalan berdampingan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kolaborasi ini menjadi representasi dari visi yang sama, yaitu menghadirkan ruang yang indah, sehat, sekaligus berkelanjutan."
Selain menghadirkan granit dan keramik yang diproduksi dengan proses lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, konsep tersebut juga dipadukan dengan material dinding berbahan dasar kapur alami (lime) dan tanah liat (clay) dari Altarize.
Material alami ini memungkinkan dinding tetap "bernapas" sehingga membantu mengatur kelembapan ruangan secara alami.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Industri Hijau Kini Jadi Penentu Masa Depan Produk Indonesia
Tak hanya itu, kehadiran tanaman olive dari House of Olive menjadi pengingat bahwa unsur alam juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang nyaman sekaligus menenangkan.
Bagi desainer interior maupun pemilik rumah, tren ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian dari gaya hidup.
Memilih material yang tahan lama, memiliki emisi lebih rendah, serta berasal dari proses produksi yang lebih ramah lingkungan menjadi investasi jangka panjang, bukan hanya untuk bangunan, tetapi juga bagi kesehatan penghuninya.
Dengan semakin banyaknya pilihan material berlabel hijau di pasaran, konsep rumah modern kini tidak hanya berbicara soal desain yang estetik, tetapi juga tentang bagaimana setiap elemen di dalamnya mampu menciptakan ruang yang lebih sehat sekaligus lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026
-
Rupiah Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
-
Momentum Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.601.000 per Gram
-
4 Sepatu Lari Terbaik untuk Jarak 5-10K, Nyaman Dipakai Daily Trainer hingga Race
-
Istri Solehah, Kata-kata Antonela Roccuzzo untuk Messi: Kamu Tetap Suami Terbaik
-
Ambisi Besar Balsa Sekulic Bersama Persib Bandung, Tak Sabar Tampil di Kompetisi Asia
-
Jangan Impor Terus, Potensi Tambak Garam Belum Terserap Pemerintah
-
Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak
-
Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?
-
Registrasi SIM Biometrik Disalahgunakan, Kemkomdigi Temukan Penjual Aktivasi Pakai Wajah Sendiri