- Tim sumber daya manusia bertransformasi mengambil peran strategis berbasis data untuk menjawab tantangan bisnis modern.
- Pemanfaatan kecerdasan buatan membantu menyelesaikan tugas administratif berulang secara efisien di dunia kerja Indonesia.
- Perusahaan teknologi mengembangkan solusi sistem kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas keputusan dan pengelolaan karyawan.
Suara.com - Peran sumber daya manusia (HR) di perusahaan kini mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya tim HR lebih banyak berkutat pada pekerjaan administratif seperti penggajian, absensi, hingga pengelolaan dokumen karyawan, kini mereka dituntut mengambil peran yang lebih strategis dalam menentukan arah bisnis.
Manajemen perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan laporan rutin, tetapi juga mengharapkan HR mampu memberikan analisis dan rekomendasi berbasis data untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari produktivitas karyawan, risiko turnover, hingga strategi pengembangan talenta.
Perubahan ekspektasi tersebut membuat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dilirik sebagai salah satu solusi untuk membantu HR bekerja lebih efektif.
Menurut berbagai riset, pemanfaatan AI di dunia kerja terus meningkat. Riset PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 menunjukkan sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia mengaku pernah menggunakan AI untuk membantu pekerjaannya dalam satu tahun terakhir. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang mencapai 54 persen.
Namun, penggunaan AI secara rutin masih menghadapi tantangan. Baru sekitar 16 persen pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari. Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan teknologi tersebut dalam berbagai proses kerja.
Tantangan HR di Tengah Perubahan Dunia Kerja
Di sisi lain, tuntutan terhadap fungsi HR semakin besar seiring perubahan karakter tenaga kerja, terutama dengan masuknya generasi milenial dan Gen Z ke dunia profesional.
Karyawan kini mengharapkan pengalaman kerja yang lebih cepat, transparan, dan personal. Sementara itu, banyak perusahaan masih menghadapi keterbatasan jumlah staf HR untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Akibatnya, HR perlu mencari cara agar pekerjaan administratif yang berulang dapat dilakukan lebih efisien, sehingga waktu dan energi dapat dialihkan untuk aktivitas yang memiliki dampak lebih besar bagi organisasi.
Baca Juga: Di Balik Pintu Ruang Dosen: Ketika Administrasi Mengalahkan Pendidikan
"AI tidak lagi hanya menjadi alat bantu administratif, tetapi mulai menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di bidang HR," demikian gambaran mengenai perubahan tren pengelolaan sumber daya manusia saat ini.
Dari Rekrutmen hingga Prediksi Risiko Karyawan
Melihat perubahan kebutuhan tersebut, sejumlah perusahaan teknologi mulai mengembangkan solusi AI yang terintegrasi dalam sistem HR.
Salah satunya dilakukan Mekari Talenta melalui pengembangan kapabilitas AI dalam platformnya. Teknologi ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola berbagai proses HR, mulai dari rekrutmen, evaluasi kinerja, hingga pengelolaan administrasi karyawan.
Melalui fitur berbasis AI, tim HR dapat memperoleh analisis data lebih cepat tanpa harus mengolah laporan secara manual. Misalnya, AI dapat membantu mengidentifikasi pola produktivitas karyawan, merangkum hasil evaluasi kinerja, hingga membantu menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Selain itu, teknologi AI juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan proses administrasi, seperti validasi reimbursement dan mendeteksi pola transaksi yang tidak wajar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu