Lifestyle / Komunitas
Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB
Ilustrasi profesi HR. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Tim sumber daya manusia bertransformasi mengambil peran strategis berbasis data untuk menjawab tantangan bisnis modern.
  • Pemanfaatan kecerdasan buatan membantu menyelesaikan tugas administratif berulang secara efisien di dunia kerja Indonesia.
  • Perusahaan teknologi mengembangkan solusi sistem kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas keputusan dan pengelolaan karyawan.

Suara.com - Peran sumber daya manusia (HR) di perusahaan kini mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya tim HR lebih banyak berkutat pada pekerjaan administratif seperti penggajian, absensi, hingga pengelolaan dokumen karyawan, kini mereka dituntut mengambil peran yang lebih strategis dalam menentukan arah bisnis.

Manajemen perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan laporan rutin, tetapi juga mengharapkan HR mampu memberikan analisis dan rekomendasi berbasis data untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari produktivitas karyawan, risiko turnover, hingga strategi pengembangan talenta.

Perubahan ekspektasi tersebut membuat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai dilirik sebagai salah satu solusi untuk membantu HR bekerja lebih efektif.

Menurut berbagai riset, pemanfaatan AI di dunia kerja terus meningkat. Riset PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 menunjukkan sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia mengaku pernah menggunakan AI untuk membantu pekerjaannya dalam satu tahun terakhir. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang mencapai 54 persen.

Namun, penggunaan AI secara rutin masih menghadapi tantangan. Baru sekitar 16 persen pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari. Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan teknologi tersebut dalam berbagai proses kerja.

Tantangan HR di Tengah Perubahan Dunia Kerja

Di sisi lain, tuntutan terhadap fungsi HR semakin besar seiring perubahan karakter tenaga kerja, terutama dengan masuknya generasi milenial dan Gen Z ke dunia profesional.

Karyawan kini mengharapkan pengalaman kerja yang lebih cepat, transparan, dan personal. Sementara itu, banyak perusahaan masih menghadapi keterbatasan jumlah staf HR untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Akibatnya, HR perlu mencari cara agar pekerjaan administratif yang berulang dapat dilakukan lebih efisien, sehingga waktu dan energi dapat dialihkan untuk aktivitas yang memiliki dampak lebih besar bagi organisasi.

Baca Juga: Di Balik Pintu Ruang Dosen: Ketika Administrasi Mengalahkan Pendidikan

"AI tidak lagi hanya menjadi alat bantu administratif, tetapi mulai menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di bidang HR," demikian gambaran mengenai perubahan tren pengelolaan sumber daya manusia saat ini.

Dari Rekrutmen hingga Prediksi Risiko Karyawan

Melihat perubahan kebutuhan tersebut, sejumlah perusahaan teknologi mulai mengembangkan solusi AI yang terintegrasi dalam sistem HR.

Salah satunya dilakukan Mekari Talenta melalui pengembangan kapabilitas AI dalam platformnya. Teknologi ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola berbagai proses HR, mulai dari rekrutmen, evaluasi kinerja, hingga pengelolaan administrasi karyawan.

Melalui fitur berbasis AI, tim HR dapat memperoleh analisis data lebih cepat tanpa harus mengolah laporan secara manual. Misalnya, AI dapat membantu mengidentifikasi pola produktivitas karyawan, merangkum hasil evaluasi kinerja, hingga membantu menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Selain itu, teknologi AI juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan proses administrasi, seperti validasi reimbursement dan mendeteksi pola transaksi yang tidak wajar.

Load More