- Karcher memperkenalkan metode pembersihan profesional bernama PDIR dalam ajang Food and Hospitality Indonesia 2026.
- Metode PDIR terdiri dari empat tahap terstruktur yaitu preventive, daily, interim, dan restorative untuk membersihkan bangunan.
- Penerapan metode PDIR secara konsisten membantu industri hospitality menghemat biaya operasional serta memperpanjang usia aset.
Suara.com - Metode pembersihan hotel, restoran, atau kafe ternyata tidak cukup hanya dengan menyapu dan mengepel setiap hari.
Di industri hospitality, kebersihan membutuhkan strategi yang terencana agar kualitas fasilitas tetap terjaga, tamu merasa nyaman, sekaligus biaya perawatan bisa lebih efisien.
Salah satu metode yang digunakan dalam pembersihan profesional adalah PDIR (Preventive, Daily, Interim, Restorative).
Metode ini diperkenalkan Karcher dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 sebagai sistem pembersihan yang dirancang untuk menjaga kebersihan sekaligus memperpanjang usia aset bangunan.
Berbeda dengan pembersihan biasa, PDIR menekankan bahwa setiap area memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Karena itu, proses pembersihan dilakukan secara bertahap, mulai dari pencegahan hingga pemulihan menyeluruh.
Tahap pertama adalah Preventive (Pencegahan). Fokusnya membersihkan area luar gedung, seperti parkiran, trotoar, pintu masuk, teras, dan balkon sebelum debu maupun kotoran terbawa masuk ke dalam bangunan.
Langkah ini dinilai mampu mengurangi jumlah kotoran yang masuk ke dalam gedung secara signifikan sehingga pekerjaan di area dalam menjadi lebih ringan.
Selanjutnya adalah Daily (Pembersihan Harian), yakni rutinitas membersihkan area yang digunakan setiap hari, mulai dari kamar hotel, koridor, lobi, hingga restoran.
Selain menjaga kenyamanan tamu, pembersihan harian juga mencegah noda dan kotoran menempel terlalu lama yang dapat merusak permukaan.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Toner Lokal untuk Metode CSM, Bikin Kulit Kalem dan Lebih Cerah
Tahap ketiga adalah Interim (Pembersihan Berkala). Pada tahap ini dilakukan perawatan secara periodik untuk area atau permukaan tertentu agar tidak memerlukan pembersihan berat dalam waktu dekat.
Dengan perawatan berkala, kebutuhan tenaga dan waktu untuk pembersihan harian pun menjadi lebih efisien.
Sementara itu, tahap terakhir adalah Restorative (Pembersihan Restoratif), yaitu pembersihan menyeluruh yang bertujuan mengembalikan kondisi lantai atau permukaan lain mendekati kondisi semula.
Proses ini biasanya membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya lebih besar sehingga idealnya tidak terlalu sering dilakukan apabila tiga tahap sebelumnya berjalan dengan baik.
Head of Sales Professional PT Karcher Indonesia, Heru Kurniawan, mengatakan penerapan metode pembersihan yang terstruktur dapat membantu pelaku industri hospitality menghemat biaya operasional.
"Tim Karcher Indonesia dapat menjadi mitra bagi pemilik hotel maupun operator housekeeping untuk menentukan atau mengevaluasi alat serta metode pembersihan yang paling efektif," ujarnya.
Menurut Heru, ketika keempat tahapan PDIR diterapkan secara konsisten, pengelola dapat menghemat penggunaan waktu, bahan pembersih, dan tenaga kerja. Di sisi lain, kualitas bangunan dan fasilitas juga tetap terjaga sehingga biaya perbaikan besar di masa depan dapat ditekan.
Tak hanya relevan untuk hotel, konsep PDIR juga dapat diterapkan di berbagai fasilitas komersial seperti restoran, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga rumah sakit.
Dengan strategi pembersihan yang tepat, kebersihan tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas layanan dan kenyamanan pengunjung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi