- Universal Institute of Professional Management berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dan hak asasi manusia berdasarkan standar internasional PBB.
- Yayasan UIPM Indonesia berfungsi sebagai pusat administrasi untuk mendukung misi organisasi tersebut di tingkat internasional.
- UIPM menyatakan bahwa perbedaan persepsi regulasi nasional sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, klarifikasi, dan pembinaan konstruktif.
Suara.com - Dunia pendidikan terus mengalami perubahan. Jika dulu keberhasilan sebuah institusi pendidikan lebih banyak diukur dari kualitas pengajaran dan lulusannya, kini tuntutannya semakin luas.
Kampus dan lembaga pendidikan juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap berbagai isu global, mulai dari pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, hingga pemberdayaan masyarakat.
Perubahan cara pandang ini sejalan dengan semakin besarnya perhatian dunia terhadap Agenda 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong berbagai sektor, termasuk pendidikan, untuk mengambil peran dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Universal Institute of Professional Management (UIPM) menjadi salah satu lembaga yang menyatakan komitmennya terhadap pendekatan tersebut.
Menurut UIPM, penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung penelitian, inovasi, kolaborasi internasional, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Dalam keterangannya, UIPM menyebut berbagai program akademik dan kelembagaannya disusun dengan mengacu pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Universal Declaration of Human Rights (UDHR), serta Agenda 2030 SDGs.
Komitmen itu juga diwujudkan melalui partisipasi dalam sejumlah jaringan internasional, seperti Union of International Associations (UIA), Asia-Pacific Quality Network (APQN), Higher Education Sustainability Initiative (HESI), serta keikutsertaan sebagai organisasi yang memiliki Special Consultative Status pada United Nations Economic and Social Council (ECOSOC).
Bagi kampus ini, status konsultatif tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan internasional, melainkan tanggung jawab untuk terus menghadirkan program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Di Indonesia, keberadaan UIPM belakangan juga menjadi perhatian publik karena munculnya perbedaan persepsi mengenai status dan operasional lembaga tersebut.
Baca Juga: Askrindo Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul Lewat Program Mobil Pintar
Menanggapi hal itu, UIPM menyatakan bahwa Yayasan UIPM Indonesia berperan sebagai perwakilan dan pusat administrasi yang mendukung misi organisasi di tingkat internasional.
Menurut UIPM, orientasi kegiatannya tetap difokuskan pada pendidikan, penelitian, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, serta penguatan kerja sama internasional.
Organisasi tersebut juga berpandangan bahwa keberadaannya perlu dipahami tidak hanya dari aspek administrasi nasional, tetapi juga dalam konteks perannya sebagai bagian dari masyarakat sipil internasional yang berkontribusi terhadap tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Selain menyoroti pentingnya peran pendidikan dalam pembangunan global, dialog juga dinilai perlu untuk menjadi pendekatan utama ketika muncul perbedaan pandangan terkait penyelenggaraan pendidikan.
Menurut organisasi tersebut, persoalan yang berkaitan dengan regulasi maupun administrasi akan lebih konstruktif apabila diselesaikan melalui komunikasi, klarifikasi, dan pembinaan. Pendekatan seperti ini dinilai dapat memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus menjaga semangat kolaborasi.
Di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat memang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan pun tidak lagi dipandang hanya sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai sarana membangun kepedulian sosial, mendorong inovasi, dan menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi di tingkat global.
Melalui pendekatan tersebut, UIPM berharap pendidikan dapat menjadi ruang yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu melahirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung