Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:15 WIB
Ilustrasi kuliner bakso. (Dok. Festival Sasa Bakso Vaganza 2026)
Baca 10 detik
  • PT Sasa Inti menyelenggarakan Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 di Plaza Sudirman GBK Jakarta pada 25-26 Juli.
  • Acara ini menghadirkan 50 penjual bakso dari berbagai daerah yang dibagi ke dalam tiga kategori kuliner.
  • Festival tersebut bertujuan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan kisah bisnis mereka kepada masyarakat.

Suara.com - Sulit rasanya menemukan kuliner yang dicintai hampir semua kalangan seperti bakso.

Dari gerobak kaki lima hingga restoran, semangkuk bakso hangat selalu punya tempat di hati masyarakat Indonesia.

Tak hanya mengenyangkan, hidangan ini juga menyimpan cerita tentang resep turun-temurun, inovasi rasa, hingga perjuangan para pelaku usaha yang menjaga cita rasanya tetap bertahan dari generasi ke generasi.

Kecintaan masyarakat terhadap bakso itulah yang menjadi semangat digelarnya Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Festival yang berlangsung pada 25–26 Juli ini menghadirkan 50 penjual bakso dari berbagai daerah di Indonesia, dua kali lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

Selama dua hari, pengunjung dapat menjelajahi beragam jenis bakso, mulai dari bakso legendaris yang mempertahankan resep puluhan tahun, bakso khas daerah dengan cita rasa autentik, hingga kreasi bakso viral yang tengah digemari pecinta kuliner.

Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, mengatakan bakso merupakan salah satu kuliner yang mampu bertahan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.

"Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen," ujar Agus.

Menurutnya, melalui Festival Sasa Bakso Vaganza, Sasa ingin memberikan ruang bagi para pelaku usaha bakso untuk memperkenalkan cita rasa sekaligus kisah di balik usaha mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Sensasi Baru Wisata Jakarta: Santap Malam di Atas Bus Sambil Dengar Biola dan Cerita Sejarah

Keberagaman bakso di Indonesia juga mencerminkan besarnya potensi subsektor kuliner sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, subsektor kuliner menyumbang sekitar 41,06 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif, menjadikannya kontributor terbesar di sektor tersebut.

Di Festival Sasa Bakso Vaganza 2026, hadir 50 penjual bakso dari berbagai daerah di Indonesia. Dan untuk memudahkan pengunjung menjelajahi ragam tersebut, festival dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Bakso Legendaris, Bakso Nusantara, dan Bakso Viral.

Tak hanya menyajikan aneka hidangan, para pelaku usaha juga berbagi cerita tentang perjalanan bisnis, resep keluarga, hingga inovasi yang mereka lakukan agar tetap relevan dengan selera konsumen.

Pengunjung tak hanya dapat mencicipi berbagai jenis bakso, tetapi juga mengenal kisah para pelaku usaha yang mempertahankan resep turun-temurun sekaligus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. 

Load More