Lifestyle / Komunitas
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:46 WIB
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Asia Youth International Model United Nations BSD Chapter diselenggarakan pada 18–19 Juli 2026 di Tangerang Selatan.
  • Sebanyak 270 pelajar dari 165 sekolah dan universitas mengikuti konferensi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.
  • Konferensi ini bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis, bernegosiasi, serta memahami berbagai kompleksitas persoalan global melalui dialog.

Suara.com - Di tengah dunia yang semakin terhubung, berbagai krisis global tidak lagi terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Isu kesehatan, lingkungan, keterbatasan sumber daya, hingga perbedaan kepentingan antarnegara menjadi tantangan yang membutuhkan cara berpikir terbuka dan kemampuan untuk melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk tidak hanya belajar memahami permasalahan global, tetapi juga berlatih menyampaikan pendapat, mendengarkan pandangan yang berbeda, serta mencari solusi melalui dialog. 

Salah satu ruang pembelajaran tersebut hadir melalui Model United Nations (MUN), sebuah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengajak peserta mempelajari isu dunia melalui pendekatan diplomasi.

Semangat tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) BSD Chapter pada 18–19 Juli 2026 di Harris Hotel & Convention Serpong, Tangerang Selatan. 

Konferensi yang diikuti 270 pelajar dari 165 sekolah dan universitas di berbagai daerah di Indonesia ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bernegosiasi, sekaligus memahami kompleksitas persoalan global.

Mengusung tema “Ethnics in Crisis: Navigating Rights, Risks, and Responsibility in the Globalized Era”, konferensi ini menghadirkan dua council utama, yakni World Health Organization (WHO) dengan topik “Battling Misuse of Prescription Drugs” dan United Nations Environment Programme (UNEP) dengan topik “Exploring Sustainable Water Management Practices and Water-saving Technologies”.

Melalui isu-isu tersebut, peserta tidak hanya diminta untuk mengetahui permasalahan, tetapi juga menganalisisnya dari berbagai perspektif. Mereka belajar memahami bahwa satu persoalan dapat memiliki dampak berbeda bagi setiap negara dan kelompok masyarakat. Karena itu, solusi tidak selalu dapat dibangun dari satu sudut pandang saja.

Dalam simulasi sidang, para peserta berperan sebagai delegasi negara dan terlibat dalam diskusi, negosiasi, hingga penyusunan Draft Resolutions yang meniru proses persidangan United Nations. Setiap argumen diuji melalui dialog, sementara perbedaan pandangan menjadi bagian penting dari proses menemukan titik temu.

Di sinilah pengalaman MUN menjadi relevan bagi generasi muda. Kemampuan menyampaikan pendapat dengan tegas tetap perlu diimbangi dengan kemampuan mendengarkan. Perdebatan tidak selalu harus berakhir dengan kemenangan salah satu pihak, melainkan dapat menjadi proses untuk menemukan solusi yang dapat diterima bersama.

Baca Juga: Kenapa AI Terasa Lebih Enak Diajak Curhat daripada Manusia? Ini Penjelasan Peneliti

“Di AYIMUN BSD Chapter ini, kalian akan belajar menyampaikan pendapat, berdiskusi secara konstruktif, dan juga belajar mendengarkan orang-orang yang memiliki pandangan berbeda dari kalian. Kalian akan belajar menemukan solusi bersama, bukan sekadar memenangkan sebuah perdebatan,” ujar Muhammad Fahrizal, President International Global Network (IGN), dalam Opening Ceremony.

Konferensi yang diselenggarakan oleh IGN dengan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran mengenai isu global dapat diakses lebih dekat oleh pelajar Indonesia. 

Peserta AYIMUN BSD Chapter berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan daerah, mulai dari Jabodetabek, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Jambi, Palembang, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, hingga Manado.

Keberagaman latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Ketika peserta bertemu dengan orang-orang yang memiliki pengalaman, cara berpikir, dan perspektif berbeda, mereka belajar bahwa dunia tidak selalu dapat dipahami melalui satu kacamata.

Bagi generasi muda, pengalaman seperti ini dapat menjadi bekal penting di tengah dunia yang semakin kompleks. Mereka tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, bekerja sama, serta memahami perbedaan 

AYIMUN BSD Chapter juga memberikan kesempatan kepada 30 anak muda berprestasi untuk mengikuti konferensi secara gratis melalui dukungan beasiswa dari PT Pertamina Persero. 

Load More