Lifestyle / Komunitas
Senin, 27 Juli 2026 | 15:55 WIB
Seorang warga sedang duduk di pelataran rumahnya di Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Senin (27/7/2026). Masyarakat di Kampung Adat Kuta hingga kini masih menjaga tradisi dengan mempertahankan bangunan rumah panggung. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Baca 10 detik
  • Warga Kampung Adat Kuta di Ciamis menjaga Hutan Adat Leuweung Gede menggunakan aturan adat berupa pamali.
  • Larangan adat tersebut berfungsi sebagai penyangga kehidupan untuk melindungi kampung dari ancaman pergeseran tanah.
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan kampung tersebut sebagai teladan pelestarian alam pada September 2025.

Bagi warga, menjaga tradisi bukan berarti menolak perubahan. Tradisi justru menjadi cara untuk menyesuaikan diri dengan karakter alam yang mereka tempati.

Pelajaran tentang Keberlanjutan

Pengalaman Kampung Kuta menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak selalu lahir dari teknologi baru. Dalam beberapa kasus, ia tumbuh dari pengetahuan lokal yang terus dipraktikkan selama ratusan tahun.

Konsistensi masyarakat menjaga hutan adat ini juga mendapat perhatian pemerintah. Saat mengunjungi Kampung Kuta pada September 2025, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut kampung tersebut sebagai contoh bagaimana masyarakat adat mampu menjaga kelestarian hutan melalui aturan adat.

"Kampung Kuta adalah teladan bagaimana masyarakat adat menjaga alam dengan penuh kearifan. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong perhutanan sosial dan pengakuan hutan adat di seluruh Indonesia," katanya.

Bagi Firman, tantangan terbesar bukan hanya menjaga pohon tetap berdiri, tetapi memastikan generasi muda memahami alasan di balik setiap aturan adat.

Sebab selama masyarakat masih memandang hutan sebagai penyangga kehidupan, bukan sekadar sumber kayu, Leuweung Gede akan tetap menjadi benteng yang melindungi Kampung Kuta.

Di tempat ini, kata pamali bukan sekadar larangan. Ia adalah cara masyarakat menerjemahkan keberlanjutan menjadi kebiasaan sehari-hari—membuktikan bahwa menjaga alam kadang dimulai dari hal yang paling sederhana: memilih untuk tidak mengambil apa yang sebenarnya bisa diambil.

Baca Juga: Promo Aqua Jawa Barat 2026: Cara Ikutan Aqua 100% Untung!

Load More