- Warga Kampung Adat Kuta di Ciamis menjaga Hutan Adat Leuweung Gede menggunakan aturan adat berupa pamali.
- Larangan adat tersebut berfungsi sebagai penyangga kehidupan untuk melindungi kampung dari ancaman pergeseran tanah.
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan kampung tersebut sebagai teladan pelestarian alam pada September 2025.
Bagi warga, menjaga tradisi bukan berarti menolak perubahan. Tradisi justru menjadi cara untuk menyesuaikan diri dengan karakter alam yang mereka tempati.
Pelajaran tentang Keberlanjutan
Pengalaman Kampung Kuta menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak selalu lahir dari teknologi baru. Dalam beberapa kasus, ia tumbuh dari pengetahuan lokal yang terus dipraktikkan selama ratusan tahun.
Konsistensi masyarakat menjaga hutan adat ini juga mendapat perhatian pemerintah. Saat mengunjungi Kampung Kuta pada September 2025, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut kampung tersebut sebagai contoh bagaimana masyarakat adat mampu menjaga kelestarian hutan melalui aturan adat.
"Kampung Kuta adalah teladan bagaimana masyarakat adat menjaga alam dengan penuh kearifan. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong perhutanan sosial dan pengakuan hutan adat di seluruh Indonesia," katanya.
Bagi Firman, tantangan terbesar bukan hanya menjaga pohon tetap berdiri, tetapi memastikan generasi muda memahami alasan di balik setiap aturan adat.
Sebab selama masyarakat masih memandang hutan sebagai penyangga kehidupan, bukan sekadar sumber kayu, Leuweung Gede akan tetap menjadi benteng yang melindungi Kampung Kuta.
Di tempat ini, kata pamali bukan sekadar larangan. Ia adalah cara masyarakat menerjemahkan keberlanjutan menjadi kebiasaan sehari-hari—membuktikan bahwa menjaga alam kadang dimulai dari hal yang paling sederhana: memilih untuk tidak mengambil apa yang sebenarnya bisa diambil.
Baca Juga: Promo Aqua Jawa Barat 2026: Cara Ikutan Aqua 100% Untung!
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Segarkan Harimu! Ada Promo Beli 1 Dapat 2 di Sunpride Juice Bar Khusus Nasabah BRI
-
Bagaimana "Pamali" Menjadi Cara Masyarakat Kampung Kuta Menjaga Hutan Adat?
-
Terlanjur Sayang, Pasutri Singapura Baru Sadar Anak Angkatnya Diduga Korban Perdagangan Bayi dari RI
-
Sikapi Polemik Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Menko Yusril Minta Polda Jabar Gencarkan Patroli
-
Jebakan Budaya "Ewuh Pakewuh": Kenapa Warga +62 Sering Jadi People Pleaser?
-
Puslabfor Bawa Bantal dan Kotak Hitam dari TKP Kematian Sutrimo, Pastikan Tak Ada Racun
-
Ditinggal Penjaga Gawang Perry Warjiyo, Rupiah Loyo ke Level Rp18.009
-
Tim Forensik Geledah Klinik Lokasi Penemuan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah
-
Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 6 Anggotanya Terjerat Peredaran Gelap Narkoba
-
Lawan Penuaan! 4 Hydrogel Mask Adenosine Bikin Wajah Kencang dan Kenyal