- Prinsip feng shui menyatakan bahwa sejumlah tanaman tertentu dipercaya dapat membawa kesialan.
- Tanaman seperti kaktus, bonsai, bougenville, dan lidah mertua memancarkan energi tajam atau simbol hambatan yang memicu konflik serta kemacetan rezeki.
- Tanaman palsu, pohon kapas, dan tanaman layu juga dihindari karena menarik energi negatif.
Suara.com - Tanaman hias sering menjadi pilihan untuk mempercantik rumah dan membersihkan udara. Namun, menurut prinsip feng shui, tidak semua tanaman membawa energi positif.
Beberapa tanaman justru dianggap menghambat aliran chi atau energi baik, bahkan mendatangkan kesialan, konflik, dan stagnasi rezeki.
Feng shui menekankan pentingnya memilih tanaman yang sehat dan sesuai posisi agar mendukung harmoni penghuni rumah.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanaman yang sebaiknya dihindari atau ditempatkan di luar ruangan.
Berikut sederet tanaman yang dianggap pembawa sial menurut feng shui.
1. Kaktus
Kaktus mudah dirawat dan estetik, tetapi duri-durinya memancarkan sha chi atau energi tajam negatif.
Tanaman ini diyakini mendatangkan konflik, masalah kesehatan, serta ketidakharmonisan dalam rumah tangga.
Letakkan di luar jika ingin memeliharanya sebagai pelindung.
Baca Juga: 8 Prinsip Feng Shui Toko yang Ampuh Datangkan Cuan, Penataan Ini Dipercaya Membuka Rezeki
2. Pohon Bonsai
Bonsai populer karena bentuknya yang artistik, tetapi dalam feng shui dianggap simbol kesialan. Sebaiknya hindari meletakkannya di dalam rumah.
Pertumbuhannya yang sengaja dihambat melambangkan stagnasi, keterbatasan rezeki, serta penghambat kemajuan karier dan kehidupan keluarga.
3. Tanaman Palsu
Tanaman buatan atau palsu tidak memiliki kehidupan sehingga dipercaya menarik energi negatif dan orang-orang dengan aura buruk ke dalam rumah.
Feng shui lebih merekomendasikan tanaman hidup yang mampu menghasilkan oksigen dan chi positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung
-
GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026