Suara.com - Di tengah derasnya pengaruh budaya modern, Masyarakat Adat Bantik di Sulawesi Utara menghadapi kekhawatiran yang sama seperti banyak komunitas adat lain: generasi muda semakin jauh dari tradisi leluhur.
Kekhawatiran itu mendorong mereka terus mempertahankan berbagai ritual adat, salah satunya melalui Upacara Manahumama, tradisi penghormatan kepada leluhur yang kembali digelar di Lapangan Bola Tongkuku, Kelurahan Bengkol, Kota Manado, Jumat (24/7).
Bagi masyarakat Bantik, upacara tersebut bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.
Pemimpin Masyarakat Adat Bantik, Ronny Mopay, mengatakan Upacara Manahumama merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur, bukan praktik penyembahan.
"Upacara Manahumama ini, kita tidak menyembah entitas lain selain Mabu (Tuhan), tetapi kita menghormati para leluhur," kata Ronny.
Namun, ia mengaku khawatir jika semakin sedikit anak muda yang mau mempelajari dan meneruskan tradisi tersebut.
"Harapannya anak muda Bantik memiliki keinginan untuk belajar dan melestarikan adat serta budaya leluhur ini," ujarnya.
Pengingat akan akar budaya
Pandangan serupa disampaikan Pendeta Jusuf Kunondo. Menurutnya, Upacara Manahumama menjadi pengingat bagi masyarakat Bantik untuk tetap menghormati leluhur tanpa meninggalkan keyakinan kepada Mabu atau Tuhan.
Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal tradisi itu sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungannya.
Baca Juga: Gubernur Sumut Bobby Nasution Kunjungi Festival Edukasi Leluhur Batak di Samosir
"Sangat berharap adat budaya kita selalu dilestarikan, terutama oleh generasi muda Bantik agar ikut berperan sebagai bagian dari penerus leluhur," katanya.
Digelar menjelang Festival Budaya Bantik
Upacara Manahumama merupakan tradisi yang telah lama dijalankan Masyarakat Adat Bantik. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, ritual ini juga dilakukan untuk memohon petunjuk dan restu sebelum melaksanakan kegiatan penting.
Tahun ini, upacara digelar sebagai bagian dari persiapan menuju Festival Budaya Bantik yang akan berlangsung pada 5 September 2026. Festival tersebut sekaligus menjadi peringatan wafatnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Monginsidi, putra asli Bantik.
Sebelas komunitas adat Bantik turut mengikuti upacara ini, yakni Talawaan Bantik, Meras, Molas, Bailang, Buha, Singkil, Malalayang, Bengkol, Kalasey, Tanamon, dan Sumoit.
Di luar persiapan festival budaya, Manahumama juga lazim dilaksanakan sebelum berbagai peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat, seperti menempati rumah baru, merenovasi rumah, memohon kesembuhan bagi orang sakit, hingga sebelum berangkat berperang.
Penulis: Chairunisa
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
Terkini
-
Manahumama, Ikhtiar Masyarakat Adat Bantik Merawat Ingatan Leluhur
-
Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur
-
Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Promo Eksklusif, Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon Khusus di Siloam Hospital
-
Hadapi Yordania hingga Arab Saudi, Indonesia Turunkan 2 Tim di Srikandi Merdeka Cup 2026
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran, Ini Daftar Lengkapnya
-
Puisi Pahlawan dan Tikus: Menyelami Kritik Sosial yang Sarat Spiritualitas
-
32 Tim U-16 Adu Kekuatan di Surabaya, Tiket ke Thailand Jadi Rebutan