Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:37 WIB
Ilustrasi semprot parfum di leher (Pexels/Zeyneb Alishova)
Baca 10 detik
  • Sillage adalah jejak aroma yang tertinggal setelah pemakai parfum lewat.
  • Projection menunjukkan seberapa jauh aroma parfum menyebar dari tubuh.
  • Longevity mengacu pada lamanya aroma parfum bertahan di kulit atau pakaian.

Perbedaan Sillage, Projection, dan Longevity

Meski saling berkaitan, ketiga istilah ini memiliki fungsi yang berbeda.

  • Sillage mengukur jejak aroma yang tertinggal setelah pemakai bergerak.
  • Projection mengukur seberapa jauh aroma menyebar dari tubuh saat parfum sedang dipakai.
  • Longevity mengukur berapa lama aroma parfum bertahan.

Sebagai ilustrasi, sebuah parfum bisa memiliki longevity hingga 10 jam, tetapi projection hanya kuat selama dua jam pertama. Setelah itu aromanya tetap bertahan di kulit, tetapi hanya tercium dari jarak yang sangat dekat. Parfum seperti ini memiliki longevity tinggi, tetapi projection yang mulai mengecil seiring waktu.

Sebaliknya, ada parfum yang memiliki projection sangat kuat pada awal pemakaian, tetapi hanya bertahan sekitar tiga hingga empat jam. Dalam kasus ini, parfumnya memiliki projection tinggi, tetapi longevity yang relatif pendek.

Faktor yang Memengaruhi Sillage, Projection, dan Longevity

Performa parfum dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya kualitas bahan bakunya. Beberapa di antaranya meliputi beberapa hal di bawah ini.

1. Konsentrasi minyak parfum

Parfum dengan konsentrasi minyak lebih tinggi, seperti parfum (Parfum/Extrait de Parfum) dan Eau de Parfum (EDP), umumnya memiliki longevity lebih lama dibandingkan Eau de Toilette (EDT) atau Eau de Cologne (EDC). Namun, konsentrasi tinggi tidak selalu berarti projection lebih besar.

2. Komposisi bahan

Bahan seperti oud, amber, vanilla, patchouli, musk, dan resin cenderung bertahan lebih lama dibandingkan aroma citrus atau green notes yang lebih mudah menguap.

3. Jenis kulit

Baca Juga: 10 Cara Menyemprot Parfum agar Tahan Lama Seharian di Baju dan Kulit

Kulit yang lembap umumnya mampu mempertahankan aroma parfum lebih lama daripada kulit yang sangat kering.

4. Suhu lingkungan

Cuaca panas dapat membuat aroma parfum lebih cepat menyebar sehingga projection terasa lebih kuat. Namun, proses penguapan juga berlangsung lebih cepat sehingga ketahanannya bisa berkurang.

5. Cara pemakaian

Menyemprotkan parfum pada titik nadi atau kulit yang sudah diberi pelembap sering membantu aroma bertahan lebih lama dibandingkan kulit yang kering.

Load More