- Ratusan pesepeda mengikuti acara Fun Bike sejauh 18 kilometer di pesisir Kabupaten Pandeglang pada Minggu, 26 Juli 2026.
- Kegiatan olahraga rekreasi tersebut berhasil mempererat silaturahmi komunitas sekaligus mendongkrak perekonomian kreatif para pelaku UMKM lokal.
- Penyelenggara dan pemerintah daerah berencana menjadikan acara bersepeda ini sebagai agenda wisata tahunan yang berkelanjutan.
Suara.com - Menghabiskan akhir pekan tidak melulu harus nongkrong di kafe atau berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Bagi Anda yang ingin melepas penat sekaligus menjaga kebugaran fisik, berolahraga di alam terbuka—seperti bersepeda menyusuri jalur pesisir pantai—bisa menjadi pilihan kegiatan yang menyegarkan.
Selain angin laut yang sejuk dan pemandangan alam yang memanjakan mata, bersepeda di jalur pantai juga menawarkan pengalaman berinteraksi yang seru. Sensasi inilah yang dirasakan oleh ratusan pesepeda saat mengayuh pedal bersama sejauh 18 kilometer di kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu (26/7/2026).
Mengapa bersepeda di kawasan wisata pesisir begitu menarik untuk dicoba? Berikut 5 hal menarik di balik keseruannya:
1. Jadi Ajang Silaturahmi Komunitas dan Banjir Hadiah
Bersepeda bersama di rute alam terbuka sering kali menjadi wadah reuni yang asyik bagi para pencinta sepeda dari berbagai daerah. Dalam ajang bertajuk "Fun Bike Tanjung Lesung 2026" ini, keseruan tidak hanya terasa sepanjang rute menuju Lalassa Beach Club, tetapi juga di garis finis berkat adanya hiburan tari daerah, musik, hingga pembagian doorprize bernilai jutaan rupiah.
Wahid, salah satu peserta asal Sobang-Pandeglang yang datang lebih awal bersama rombongan temannya, mengaku kegiatan seperti ini menjadi sarana refreshing yang sangat berkesan baginya.
"Selain berolahraga, kami bisa bersilaturahmi dengan komunitas sepeda lain. Acaranya juga meriah karena ada hiburan, tari daerah, musik, dan doorprize. Kebetulan saya mendapat hadiah Rp2 juta, jadi makin berkesan," ucap Wahid.
2. Olahraga Ramah Lingkungan yang Didukung Penuh Komunitas
Tren wisata olahraga (sport tourism) berbasis alam kini semakin digemari karena mampu memadukan gaya hidup sehat dengan kepedulian lingkungan. Kolaborasi antara B2W (Bike to Work) Indonesia, Rumah Sepeda Indonesia, dan Rest & Race dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa wisata bersepeda di pesisir bisa dikemas dengan konsep minim sampah sekaligus memberdayakan UMKM sekitar.
Poetoet Soedarjanto, Advisor & Konsultan B2W Indonesia, menyambut baik semangat kolaborasi ini untuk ajang-ajang berikutnya.
”Komunitas sangat menyambut positif arahan Bupati Pandeglang untuk menggelar event fun bike yang lebih besar pada tahun mendatang," ucap Poetoet Soedarjanto.
3. Berpotensi Jadi Agenda Rutin yang Dinanti Pencinta Sepeda
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam menikmati waktu luang lewat olahraga bersepeda, kawasan wisata pesisir berpeluang besar menjadi destinasi favorit baru. Pengelola kawasan bahkan berencana menyulap kegiatan sepeda gembira ini menjadi agenda tetap tahunan dengan rute yang semakin variatif dan menantang.
Direktur Operasional Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, menegaskan komitmen tersebut demi memajukan pariwisata olahraga di Banten.
"Kami ingin menjadikan fun bike sebagai agenda yang berkelanjutan. Ke depan, kegiatan ini akan terus dikembangkan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun rute, agar semakin menarik bagi komunitas sepeda sekaligus mendukung promosi Tanjung Lesung sebagai destinasi sport tourism," ucap Ivonne.
Berita Terkait
-
6 Tips agar Sepeda Lipat Makin Ngebut di Jalanan, Tak Takut Tertinggal saat Gowes Bareng
-
5 Pilihan Sunscreen untuk Motoran Sesuai Review: Tahan Keringat dan Tak Bikin Kusam
-
Berapa Harga Motor Bebek Baru 2026? Intip Keunggulannya yang Bikin Matic Minder
-
Sepeda Listrik Polygon Berapa Harganya? Ini 3 Rekomendasi Paling Murah dan Terbaik
-
Mangrove Indonesia Terus Menyusut, Bagaimana Menjaganya agar Ekonomi Biru Tetap Tumbuh?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!