Lifestyle / Komunitas
Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Ilustrasi Berdoa (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Gus Iqdam sebut anak saleh merupakan rezeki lebih utama dari harta.

  • Orang tua disarankan konsisten mendoakan anak menggunakan amalan surat Al-Fatihah.

  • Tirakat puasa weton dan sowan ke ulama bantu membentuk karakter anak.

Suara.com - Anak yang saleh, cerdas dan penurut tentu harapan setiap orang tua.

Pendakwah Muhammad Iqdam Khalid atau Gus Iqdam pun mengungkapkan rezeki tak selalu berbentuk uang, tetapi juga anak yang saleh, cerdas dan penurut.

Karena itu, Gus Iqdam mengatakan mendidik anak tidak hanya bergantung pada materi atau sekolah yang mahal, melainkan juga pada tirakat atau usaha spiritual orang tuanya.

Mengutip ulama kharismatik Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi, Gus Iqdam menyebutkan ada empat tingkatan rezeki, anak saleh menempati posisi yang sangat istimewa.

"Rezeki itu ada empat tingkatan. Yang pertama itu harta (harta adalah rezeki paling rendah), yang kedua kesehatan, yang ketiga anak yang saleh, dan yang keempat adalah rida Allah SWT," ujar Gus Iqdam dalam video yang diunggah kanal YouTube El Mynada.

Ia menambahkan bahwa memiliki anak yang saleh merupakan rezeki yang lebih utama dibandingkan harta dan kesehatan.

"Paling utama itu adalah anak yang saleh, karena tidak ada kebahagiaan bagi orang tua selain memiliki anak yang saleh," tegasnya.

Manfaat Baca Al-Fatihah dan Puasa Weton Anak

Karena itu, Gus Iqdam menyarankan para orang tua untuk konsisten mendoakan anaknya.

Baca Juga: 6 Tinted Sunscreen dengan Finish Glowing Natural Terbaik Sesuai Klaim dan Harga

Membacakan surat Al-Fatihah yang dikhususkan untuk anak merupakan salah satu amalan ringan, tap berkhasiat besar.

Al-Fatihah dipercaya sebagai wasilah agar hati anak dilembutkan dan diberikan petunjuk oleh Allah SWT.

Selain doa, Gus Iqdam juga menyinggung pentingnya tirakat seperti puasa weton atau puasa pada hari lahir anak menurut penanggalan Jawa.

Amalan ini diniatkan sebagai bentuk kepasrahan dan permohonan perlindungan bagi sang buah hati.

"Ihtiar (usaha) dengan melobi langit ini harus seimbang. Orang tua harus sering-sering mendekat ke ulama, sowan ke kiai, minta doa untuk anaknya," pesan Gus Iqdam.

Load More